Cerita tentang Saya dan Kakek

2:26:00 PM


Masih Cerita Liburan ni...


Maen ke Rumah Kakek adalah salah satu hal rutin yang saya dan kakak saya lakukan sewaktu pulang kampung. Rumah Kakekku cukup sekat dengan rumahku. Bisa ditempuh dengan jalan kaki.....Mmmm, Jadi pengen cerita tentang kakek.

Sedikit cerita tentang kakekku

beliau jelas sudah sepuh. sekarang sudah berkepala 8.
ada banyak cerita antara saya dengan beliau....
Waktu kecil dulu dari TK sampai SD, saya sering dititipkan di rumah kakekku setelah pulang sekolah, maklum babe n umi saya ngantor +.+...

Jadi, hampir semua masa kanak2 saya, saya habiskan di rumah kakek dan sekitarnya.

Bahkan, pemirsa!....(mulai kumat) yang mengajarkan saya matematika pertama kali dalam hidup saya adalah mbah saya ini, bukan ibu saya yang notabene guru matematika... wonderfull huh?

ada satu cerita yang selalu terpatri dalam hati dan memori saya.

masih TK, saya saat itu, atau bahkan belum masuk sekolah... saya agak lupa.
Pasaran hari itu pahing (hari pasaran orang jawa). Di daerahku, pahing adalah hari pasar yang paling ramai diantara hari pasaran yang lain. Di mana pasar Kecamatan mencapai puncak keramaian pada hari itu...

Karena nenek saya(alm) juga pedagang di pasar itu, pulang sekolah hari itu saya langsung melesat ke pasar, ke lapak tempat nenekku jualan. Peranku adalah jelas, ngerepotin.
Ya, sangat jelas .. :)
Siang sudah datang. Saatnya saya pulang, ke rumah kakek nenek lagi tentunya. Saya pulang bareng kakek karena nenek masih harus jualan. Seperti biasa, kakek bawa bawaan yang seabrek, untuk bahan membuat bumbu kuning(bumbu lengkap dengan kunyit yang siap pakai, biasanya dipakai untuk mengolah daging), juga bahan pembuat enjet(salah satu bahan pelengkap buat nginang)

*apa itu nginaaaaang??? 0.o

Nginang itu kegiatan yang biasa dilakukan orang tua, yang biasa orang menyebutnya makan daun sirih. Jadi biar tua, gigi2 mereka masih kuat, tapi warnanya berubah merah..hihi

Singkat cerita, siang itu kakek memanggul satu karung yang kelihatannya sangat berat, kemudian, tangannya juga membawa kantong kresek yang juga berat. Sudah bisa membayangkan? badannya yang kecil itu membawa beban segitu banyak.

Dan apa yang aku lakukan????????

Ya, sebuah dosa yang sangat besar kepada kakek saya, makanya saya ingat sampai sekarang. hikz, saya jahat sekali.....

Dengan tampang blo'on plus ingusan waktu itu, saya minta dibelikan kakek chiki (jaman segitu masih trend chiki2an). Dengan sabar kakek membimbing saya ke warung, meletakkan barang bawaannya dan membelikan chiki untuk saya. kemudian beliau membawa barang bawaannya lagi dan melanjutkan perjalanan.
Dan tidak sampai disitu, setelah habis memakan chiki tanpa ada rasa simpati membantu kakek, saya........ minta gendong sama kakek. Ya, yang membaca boleh kaget ataupun memaki saya. Tapi begitulah adanya.

Kami melanjutkan perjalanan yang cukup jauh, sekitar 2km dengan saya ada dipunggung kakek dan kedua tangan beliau membawa barang bawaannya. Dan seingat saya, waktu itu saya lagi makan nyam-nyam di punggungnya(So, kemungkinan saya merengek lagi minta dibelikan jajan sama beliau)...

selesai.

Sewaktu saya pulang ke kampung halaman saya. Dan saya disuruh babe atau umi saya untuk ke rumah Kakek, tapi saya tidak mau karena malas dan banyak kerjaan, mereka langsung bilang
tentang kejadian minta gendong siang bolong yang sangat tidak sopan itu.

Dan, saya langsung tidak berkata apa2. Lalu berangkat ke rumah Kakek.


oh, ya..gambar di atas saya ambil dari samping belakang rumah kakek.

You Might Also Like

1 comments