Well, saya nulis ini dalam tiga post sebenernya. Tapi di sini saya jadiin satu. Yah, biar gak ribet aja gitu :p

Yuk mari kita mulai...

Di postingan sebelumnya sudah saya ajak ke beberapa tempat yang asyik sebelum ke Dieng. Nah, kali ini FINALLY, sampailah kita di Dataran Tinggi Dieng. Welcome guys...

Kalau denger kata Dieng, yang pertama kali terlintas di pikiran adalah kompleks candinya yaitu Kompleks Candi Arjuna.

Candi Arjuna? Apa itu? Ini nih :

Candi Arjuna merupakan salah satu bangunan candi di Kompleks Percandian Arjuna, Dieng. Di kompleks ini juga terdapat Candi SemarCandi SrikandiCandi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Arjuna terletak paling utara dari deretan percandian di kompleks tersebut. Sementara itu, Candi Semar adalah candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna. Kedua bangunan candi ini saling berhadapan.
Seperti umumnya candi-candi di Dieng, masyarakat memberikan nama tokoh pewayangan Mahabarata sebagai nama candi.
Sumber : WikiPedia

Sebagai warga Wonosobo, saya sudah ke Dieng beberapa kali (emang apa hubungannya? -_-). Entah kenapa waktu saya ke sana suasananya pasti beda. Mendung, panas, sampe hujan. Then, muncullah ide nulis tentang Candi Arjuna ini dalam tiga cuaca deh...

Cekidot...

1. The Romantic-Cloudy Arjuna


(miss focus, hehe blm tahu menahu waktu itu :p)

Tiga candi utama berjajar rapi dengan latar belakang bukit-bukit yang tertutup awan. Satu kata : romantis


Arjuna (9)

Waktu pertama kali ke Dieng bersama teman-teman (sekitar th 2011), cuaca pada saat itu mendung. Kami sempat pesimis waktu berangkat, takut nanti sampai di Dieng malah hujan. Tapi kecemasan kami sirna waktu menapakkan kaki pertama kali di sana. Suasananya memang mendung, tapi juga tidak terlalu gelap. Itu artinya, ROMANTIS... hehe.



Arjuna (6)

Arjuna (8)

Kami langsung meluncur menuju Kompleks Candi Arjuna. Waktu itu bukan musim liburan. Jadi sepi, hanya rombongan saya lima orang, dan satu lagi rombongan lain. Tapi di situlah asyiknya. Jadi serasa milik sendiri, Hihihi.. saya dan teman-teman bisa guling-guling di rumput sekitar candi, dan menikmati pemandangan yang LUAR BIASA CANTIKNYAA...

Hanya satu yang kurang.... 

Pasangan HIDUP....  #UHUK  #CurcolTingkatKabupaten



2. The Sunny Arjuna

Arjuna (3)


Saya kembali ke dieng saat liburan lebaran tahun lalu (2012). Arjuna kali ini cerah, terang benderang. Dan yang pasti, ramai banget ! Sampai ada pasar dadakan juga. Maklum, saat itu banyak keluarga yang datang dari luar kota dan pasti pengen ke Dieng. 

Arjuna (1)

Suasananya jelas beda waktu pertama kali ke sana. Selain ramainya, banyak hal baru yang tidak saya temukan waktu pertama dulu. Banyak penjual cinderamata dan ada beberapa talent berpakaian tradisional untuk pertner berfoto. Jadi yang pengen foto bareng, cuma dengan 5 ribu rupiah, bisa langsung foto dengan abang-abang berpakaian tradisional ! 


Arjuna (2)

3. The Rainy Arjuna

Kali ini saya datang ke Dieng, dan tiba-tiba HUJAN !
Saat sedang menemani beberapa teman yang sedang liburan ke Dieng, seperti biasa tujuan pertama adalah Candi Arjuna. Baru beberapa menit setelah menikmati suasana di sana, BRES... Hujan turun lumayan lebat.


Arjuna (5)

Sontak para wisatawan, para penjual, para abang-abang yang yang berpakaian tradisional lengkap, tak lupa juga abang-abang berpakaian teletubies (IYA, TELETUBIES), langsung capcus mencari tempat berteduh.

Waktu para abang-abang teletubies itu mencari tempat beteduh, saya sempat geli lihatnya. Soalnya, dengan pakaian yang 'gemuk' itu, mereka berdesakan dalam satu payung terus lari-lari, tapi gak bisa cepat karena kostum yang lumayan bikin repot itu. Kalau dilihat dari belakang, lucu banget. Hihihi.


Tapi sayang, saya lupa ambil gambarnya,... Dan yang bisa saya capture saat hujan itu cuma beberapa gambar. 


Hujan memang sesuatu yang bukan kami harapkan waktu itu. Ditambah, hampir semua lokasi wisata di Dieng itu outdoor. Dan yang paling jelas, DINGIN BANGET ! Sumpah, kaki kami sampai menggigil.



Arjuna (4)

Tapi, hujan memang membawa berkah. Setelah dari candi Arjuna, kami mencari tempat makan tak jauh dari situ. Kami pesan teh hangat, jahe hangat dan sepiring tempe kemul, makanan khas Wonosobo... Sambil menunggu hujan reda dan melanjutkan ke tujuan wisata selanjutnya, kami menikmati teh dan jahe hangat sambil berbincang dan menikmati suara hujan yang damai di luar sana. Sekali lagi ada pengalaman baru. :)

DIENG, dengan berbagai cuaca dan suasana, tetap memberi kesan yang mendalam. Dari cuaca hujan sampai cerah, bisa kita nikmati dengan berbagai cara juga.... 


Tertarik?


FYI : All photos taken from pocket camera
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home