Frame of Dreams

    • Home
    • Travel
    • _Wonosobo
    • _Jogja
    • Portfolio
    • Photo Blog
    • Food
    • My Stories


    I always miss that tree 
    The tree I saw on my way home
    When I see it, my mind could say, 'Yes, I'm almost home. "
    If only I have a chance, 
    I'd like to run to the tree

    And the chance finally came


    Ya, pohon ini adalah salah satu yang saya rindukan ketika perjalanan pulang ke rumah. Letaknya di antara perjalanan Yogyakarta-Wonosobo, tepatnya di Kledung Pass, Temanggung, Jawa Tengah.

    Setiap bis yang saya tumpangi sampai di daerah itu, entah kenapa saya selalu senang. Dengan melihatnya, saya merasa tenang, excited sekaligus ingin berada di dekatnya sekali saja.


    Bersama seorang teman, saya akhirnya punya kesempatan untuk berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan di Kledung Pass. Selain mampir untuk mencicipi kuliner di salah satu rumah makan, yang paling saya nantikan adalah pergi ke pohon itu. Yeah! 

    Rencana awal, kami berdua mau menikmati secangkir kopi di salah satu rumah kopi di situ. Tapi, begitu nyampe, warung kopi itu sudah hilang, rata dengan tanah. Penyebabnya sudah jelas, yaitu bangunan baru di belakangnya yang mengambil alih tanah itu sekarang. So sad.. :(

    Rumah Makan Ayam Kosek Panjiwo akhirnya jadi pilihan kami buat mengisi perut. Sampai di sana, kami di sapa oleh pemandangan langsung Gunung Sumbing. Pihak rumah makan pastinya gak mau rugi dong sudah memilih membuka rumah makan di kaki gunung kalo gak memanfaatkan pemandangan buat menarik pelanggan. Praktis, hampir semua dinding rumah makan terbuat dari kaca agar pengunjung bisa menikmati pemandangan sambil menikmati santapan. Yumm! Ada juga meja dan tempat lesehan di luar di teras samping.


    DSCF8086
    View dari teras samping, cool isn't it?

    DSCF8416
    The View


    Begitu dapat daftar menu, bingung mau pesen apa. Akhirnya pilihan kami jatuh pada makanan yang bisa dijangkau anak kos lah. Tempe kemul, cah kangkung, cah daun papaya, sambal. Udah

    Tapi jangan salah.. Tetep Joss Gandos!


    DSCF8512
    Tumis Daun Pepaya, :p

    DSCF8511
    Tempe Kemul

    DSCF8510
    Sambelnya Puedes !

    DSCF8502
    Siap santap !


    Minumannya, kami pilih satu teko kopi panjiwo buat hangatin badan. Slurp! :D

    DSCF8471
    Hmmm, menikmati kopi panas di udara yang dingin 



    DSCF8462 

    DSCF8450

    Puas makan dan jeprat jepret suasana rumah makan, inilah saat yang ditunggu2.. I’m coming my lovely lonely tree!

    To Be Continued... 

    Continue Reading

    Suatu saat ­ketika saya pulang kampung, saya dengar mau ada pagelaran Embleg atau lebih dikenal Kuda Lumping di desa saya. Wow, entah mau seneng atau sebel mendengarnya. Seneng karena memang itulah tujuan adanya pagelaran ini, buat hiburan orang di desa. Sebel karena musiknya itu yang menggelegar semalaman suntuk ke seluruh penjuru desa, sampai tikus-tikus tanah mungkin juga kebisingan sama musiknya. Dan tujuan saya pulang kampung adalah untuk menenangkan diri. Jadi praktis saya lebih milih buat condong ke sebel karena pagelaran ini. Belum ditambah suasana ‘mendem’ atau kesurupan yang syarat akan mistik itu.. hiii

    Hari sudah agak sore dan music gamelan pengiring pun dimulai. Dan suaranya, beehhh… bikin syaraf telinga tegang nonstop… saya pun keluar menuju halaman dan mencoba melongok ke tempat pagelaran yang tak jauh dari rumah. Hampir semua warga udah berkumpul buat nonton. Heran, kalau masalah embleg sama dangdut aja, langsung pada merapat teratur. Kalau pengajian, walaupun udah di koar2 pake toa keliling, nempel pengumuman sana sini , yang dateng itu-ituuu aja.. yah, mengajak orang menuju pintu kebaikan memang sangat sulit dan hanya orang-orang tertentu yang mau menyambutnya.. #huft #miapah

    Waktu saya melihat-lihat suasana di sekitar pagelaran itu,. Kok saya malah jadi tertarik ke sana yah? Hehe… dan saya putuskan untuk ke sana aja. Dengan mengesampingkan hura-hura, klenik dan lain sebagainya,  itung-itung buat tambah koleksi foto dan bisa menyapa tetangga.  Nah, buat yang belum tau apa itu embleg, baca dulu nih..

    Embleg/Kuda Lumping 

    (Sumber : http://budayasenijawa.wordpress.com)

    Sumber : http://www.panoramio.com/photo/25780289


    Tarian embleg adalah tarian tradisional khas daerah Wonosobo yang merupakan tarian rakyat yang menggambarkan pria menunggang kuda yang sedang berlatih perang. Adapun kuda yang ditunggangi adalah jaran kepang yang terbuat dari anyaman bambu. Tari Kuda Kepang / Embleg mengambil legenda Raden Panji Asmara Bangun yang sedang mencari kekasihnya bernama Sekartaji yang sangat dicintainya.

    Sejak kehidupan manusia purba, tarian mempunyai peranan yang sangat penting. Selain sebagai sarana upacara keagamaan dan adat, tarian juga sebagai alat untuk mengekspresikan perasaan gembira yang diabdikan untuk keselamatan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

    Sumber : http://www.diengplateau.com/2010/11/tari-kuda-kepang-embleg-angguk-cepetan.html


    Itu sedikit info tentang embleg. Tarian embleg sendiri juga tidak terlepas dari yang namanya mendem atau kesurupan. Bahkan kalau embleg gak kesurupan, gak lengkap rasanya. Nah ini ni, yang tidak terlalu saya sukai. Karena di situ juga terdapat hal-hal mistis ataupun hal semacamnya. Jadi kadang mencampurkan antara kesenian dengan kemistisan, malah bisa juga mendekati kesyirikan, kalau berlebihan. #huft lagi.

    Memang banyak kebudayaan dari masyarakat yang masih sangat sulit terlepas dari ajaran agama nenek moyang, hindu ataupun kejawen. Silahkan temen-temen bisa menilai ataupun memilah sendiri :).

    Foto-foto ini hanya sekedar foto yang saya ambil untuk belajar dan menambah jam terbang mungkin, #hehe. Bisa juga dimasukkan dalam kategori Human Interest. Enjoy it! (still w/ my pocket camera and touching up w/photoscape)

    the dancer_2
    Penari-penarinya emang masih ABG -_-

    ready 
    Zaman sekarang ma, kuda lumpingnya gaul... pake tatoo -______-

    back

    kuda lumping
    Yook, kite ngumpul dulu nyok.. :3

    Saya juga beberapa kali jepret suasana di sekitar situ. Ini nih :

    no title_1 
    watch
    Yang nonton kebanyakan itu emang anak kecil, bayi2, balita, wadoh... -__-'''

    cilok
    Waa, ada cilok, jadi kepengen :3 #MauMauMau

    rainbow_2


    Es buah juga sepertinya menggiurkan, :P

    Sekian dulu.. Jangan bosen mampir yah! Anyong ! :) 
    Continue Reading
    Pagelaran ini digelar sebelum pagelaran tugas akhir New Light Heritage. Bedanya, para designer memakai baju rancangannya sendiri, kemudian berlenggak-lenggok bagai model di atas catwalk... Dan acara ini jelas udah lama banget dari pagelaran New Light Heritage, kira-kira udah 1,5 tahun yang lalu.. Waktu itu kebetulan ada pinjeman kamera DSLR, dan itu adalah pertama kali hunting pake DSLR. Banyak hasil yang ngeblur, misfocus, komposisinya masih amburadul, tapi itulah belajar... :)
    Ini Nih... 

    DSC_0636


    DSC_0471


    DSC_0801


    DSC_0642


    DSC_0630


    DSC_0628


    DSC_0627


    DSC_0537


    DSC_0180


    DSC_0173

    Continue Reading

    Hello everyone!

    Sepertinya blog ini sudah berdebu dan banyak sarang laba-labanya….  Nah, sekarang saya kembali!! *mohon tepuk tangan* --__--

    File di laptop udah penuh dengan foto-foto yang gatel pengen diposting-in.  Mulai foto dari tahun usang sampai yang baru anget dari kamera. Setelah menimbang dan memilih. Yang ini dulu nih yang diposting-in..

    Unjuk Bakat Designer Muda

    Tiap tahunnya, Prodi Pendidikan Teknik Busana dan Teknik Busana D3 Universitas Negeri Yogyakarta  punya gawe, yaitu pagelaran tugas akhir. Di sini karya-karya tugas akhir dari mahasiswa ditampilkan di suatu pagelaran. Kali ini temanya New Light Heritage, kurang tau makna yang sebenernya apa. Tapi dari pendapat pribadi sih tahun ini mahasiswa punya tema besar yaitu heritage. Mahasiswa menggarap desain yang bertemakan busana  daerah dari Sabang sampai Merauke yang kemudian dipadukan dengan ide kreatif mereka jadi busana perpaduan modern dan tradisional. Begitulah menurut pendapat sok tau saya.

    Sebenernya ada dua pagelaran dalam satu tahun. Pagelaran pertama diadain sebelum pagelaran tugas akhir, bedanya yang meragain busana itu mahasiswanya sendiri. Peragaan yang pertama ini kayak semacam ujian semester salah beberapa mata kuliah mereka, kalau gak salah modeling sama desain… (maaf ya kalo salah :p). 
    Nah, kalau Pagelaran yang ini, baju rancangan anak-anak busana diperagain sama model. Karya mereka ini nantinya jadi bahan untuk Proyek Akhir mereka..

    Dan saya datangi kedua-duanya.

    Kebetulan salah satu temen saya mahasiswa tenik busana D3. Dia ngajak saya nonton pagelarannya, walau bayarnya sendiri sih… ehem…^^

    Ini kesempatan juga buat sekedar jepret sana sini. Dan penasaran juga gimana sih hasil karya anak-anak busana. Maka berangkatlah saya… karena status kantong masih kantong mahasiswa (sampai sekarang  #gakpenting) saya dapet kursi tribun, which is, terletak nun jauh di atas dan jauh dari panggung catwalk. Dan kurang beruntungnya lagi, saya gak dapet pinjeman kamera DSLR kali ini. Cuma bawa pocket camera. *nangissambilnyandardinding

    Tapi ananda gak boleh nyerah, dengan kekuatan bintang….... Saya jeprat-jepret aja  --__--

    Walau gak terlalu jelas, tapi gak papa deh…

    Karya anak-anak teknik busana lumayan juga… jadi bangga… :'>

    Dan FYI acara ini kira-kira udah setahun yang lalu, *ya, boleh tepuk tangan*

    Memang sudah sangat basi, tapi daripada teronggok di folder sampai entah kapan.... Langsung aja, cekidot...


    busana1

    busana2

    busana3


    turnover

    with designer

    Foto berikutnya saya ambil dari depan panggung, saya nekat pindah, kemudian menelusup ke depan panggung, hihi


    light1 
    light2 



    the stage

    Pengen lihat pagelaran sebelumnya? Cek di sini.
    Continue Reading
    Foto ini sebenarnya satu rangkaian dengan foto yang ini. Diambil sewaktu dari bis dalam perjalanan pulang kampung beberapa waktu yang lalu... still with my pocket camera... check it out

    backlight
    Continue Reading
    bicycle

    Assalamu'alaykum....
    Hello everyone! :)

    Masih semangat puasa? I hope so...
    Gak kerasa udah sepuluh hari keduaaa aja.
    Udah mulai kerasan kan? Pola makan udah terbiasa, harusnya lebih khusuk lagi ibadahnya ni, Ye Gak?
    Tapi kebanyakan masjid udah mulai mengalami 'Kemajuan'. Kemajuan shaf maksudnya,.... :(
    Miris juga sih,MySpacetapi memang itulah yang terjadi setiap tahunnya.
    Beberapa waktu kemarin, penceramah sebelum tarawih juga nyinggung soal ini.
    Katanya sih banyak orang milih pergi belanja buat persiapan lebaran daripada istiqomah ibadah...
    Well, kita gak tau juga alasan yang lain kenapa makin lama, makin maju shaf-nya...
    Where are you, brother muslim? Where are you guys? Let's go back to Masjid!! MySpaceMySpace

    Saya tidak bisa memungkiri kalau kesibukan yang mulai datang menjelang lebaran atau pulang ke rumah adalah OLEH-OLEH..
    Oleh-olehnya bisa baju, makanan dan lain-lain buat orang-orang tercinta di rumah,
    Tapi kita bisa belanja waktu sore atau pagi hari, jadi gak ganggu ibadah dan gak terlalu panas waktu siang...
    Tapi masalahnya adalah saya belum beli apa pun saat ini!
    Oke, don't panic, masih ada waktu seminggu sebelum pulang kampung... *nglirik daftar belanjaan (termasuk titipan) udah numpuk, MySpace
    Sepertinya minggu ini penuh dengan kegiatan perbelanjaan... #sigh
    Tapi ingat! Inga' inga' ting ting! MySpaceJangan terlalu berlebihan, beli yang kita rasa perlu dan sewajarnya aja.
    And don't forget, jangan sampai ganggu ibadah. Rugi. Belanja bisa obral dilain waktu, tapi pahala hanya diobral waktu Ramadhan, Men..
    So ayo berlomba dalam kebaikan...
    Mumpung banyak amalan istimewa yang bisa kita lakukan di bulan suci ini. Ayo kita panen PAHALA..
    Yeah.. !
    MySpace
    Weits, sebenernya saya mau nulis apa sih? Itu foto yang di atas maksudnya Appaa? MySpaceMySpace
    Actually, saya ingin meng-upload foto-foto jeperetan saya. Dan karena kepingin cerita, jadinya cuap-cuap dulu deh...

    Di sela-sela kesibukan KKN-PPL termasuk ngajar di kelas, saya gila-gilaan meng-edit foto.
    Entah ada angin apa, walhasil paling tidak ada puluhan foto yang sudah saya edit.
    Dan yang tidak nyambung lagi, foto yang saya upload saat ini buka foto hasil editan saya waktu itu, Tapi foto editan lama.
    Foto-foto ini saya ambil waktu jalan-jalan di Sunday Morning di Jogja beberapa bulan yang lalu.
    Tepatnya di wilayah UGM. Waktu itu sekitar jam 05:30. Jadi masih lumayan sepi...
    Jadi, beraksilah saya, masih dengan pocket camera punya temen karena saya belum punya kamera waktu itu...

    Bagi yang belum tau, Sunday Morning atau disingkat SunMor adalah pasar dadakan yang hanya ada waktu hari minggu.
    Bertempat di sekitar kampus UGM, tepatnya jalan di bawah Masjid Kampus UGM (lupa nama jalannya).
    Di sana di jual berbagai macam barang, dari mulai baju, makanan, aksesoris sampai alat dapur pun ada.
    Pokoknya hampir semuanya ada. Dan harganya juga lumayan miring, asal pinter nawar.
    Nah, ini bisa jadi alternatif berbelanja, kalo ingin sesuatu buat oleh-oleh, misal pernak-pernik buat keponakan dan masih banyak lagi...

    Oke, ini dia beberapa jepretannya.. Enjoy it ! :)


    prepare
    para penjual siap-siap buka lapak masing-masing ( masih kepagian nih :p)

    choose
    salah satu lapak jualan gorden murah meriah, cocok buat anak kos :)

    pink
    masa kecil yang indah MySpace


    bijouterie
    bros-nya, yang murah yang murah.. ! (di baca ala penjual asongan)

    IMG_1722_kthe flowers
    bunga di tepi jalan... :)

    passion
    nemu ini di jalan waktu pulang, ini bunga markisa kalo gak salah

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    hestylukita
    Dreamer

    A Daughter, A Sister, A Dreamer. Penyuka Fotografi, Penyuka Hijau. Kadang pendiam, kadang serius, kadang 'menggila'. Read More

    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    Facebook Page

    Labels

    My Stories artikel dieng food food series jogja kaliwiro kampung korean food kuliner kuliner jogja photography photos review traveling wonosobo

    Blog Archive

    • ▼  2021 (1)
      • ▼  February 2021 (1)
        • 7 Café di Jogja - Ivy Coffee
    • ►  2020 (1)
      • ►  October 2020 (1)
    • ►  2019 (3)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  August 2019 (1)
    • ►  2018 (1)
      • ►  July 2018 (1)
    • ►  2017 (1)
      • ►  November 2017 (1)
    • ►  2015 (3)
      • ►  October 2015 (1)
      • ►  May 2015 (2)
    • ►  2013 (18)
      • ►  December 2013 (1)
      • ►  November 2013 (3)
      • ►  October 2013 (1)
      • ►  September 2013 (3)
      • ►  July 2013 (1)
      • ►  May 2013 (1)
      • ►  March 2013 (2)
      • ►  February 2013 (1)
      • ►  January 2013 (5)
    • ►  2012 (13)
      • ►  December 2012 (1)
      • ►  October 2012 (2)
      • ►  August 2012 (2)
      • ►  July 2012 (2)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ►  April 2012 (1)
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (1)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (27)
      • ►  December 2011 (1)
      • ►  November 2011 (1)
      • ►  October 2011 (1)
      • ►  September 2011 (1)
      • ►  July 2011 (3)
      • ►  June 2011 (4)
      • ►  May 2011 (3)
      • ►  April 2011 (4)
      • ►  March 2011 (2)
      • ►  February 2011 (7)

    Recent Posts

    Popular Posts

    • [Melancong] Waroeng Joglo – Wonosobo : Bangunan Jawa, Suasana Eropa
    • [Jepretan] Akhirnya.... DIENG !!! negeri di atas awan
    • Ulasan 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta (atau kritik?)
    • MAHAKARYA SENI DAN TEKNOLOGI UNTUK MARITIM NUSANTARA

    Contact Us

    Name

    Email *

    Message *

    Followers




    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top