Frame of Dreams

    • Home
    • Travel
    • _Wonosobo
    • _Jogja
    • Portfolio
    • Photo Blog
    • Food
    • My Stories

    Hari, minggu, bulan berlalu. Dan skripsi tak kelar-kelar #eh 

    Saya baru sadar kalau bulan lalu belum nulis postingan !
    Target saya kalau setiap bulan harus posting, akhirnya gagal.
    Dan yang lebih bikin nyesek lagi, bulan kemarin itu buanyak sekali pengalaman, petualangan seru dan hal-hal baru yang bisa ditulis. Tapi kenapa? KENAPA? *garuk-garuk pohon pisang 

    Saya sepertinya gak cocok jadi jurnalis atau wartawan yang bisa langsung nulis berita begitu sesuatu terjadi. Kalau saya: Ada acara hari ini, nulisnya bulan depan, itupun paling cepet -_-. Ckckck.. bener2 gak bisa diandalin… 

    Buanyak banget cerita bulan lalu. Ada reli kondangan, ada reli photo dan gak ketinggalan, reli jalan-jalan...


    Tapi sekarang saya bukan mau bahas itu dulu (nah kan, udah sebulan lebih belum ditulis juga -_-). Saya mau bahas foto yang lebih luama dari itu. Maksudnya biar gak teronggok di folder leptop. Hihi…

    Memorable Corner

    Saya mau cerita tentang halaman rumah. Nah lo, apa lagi tuh…

    Halaman rumah saya di kampung sana punya banyak cerita. Bukan cuma rumah kaget aja yang bisa berubah. Halaman rumah saya juga bisa. Well, mungkin ceritanya gak se-drastis rumah kaget yang sehari semalam langsung jadi, tapi ini punya cerita yang cukup panjang dan lama.

    Setiap orang pasti pingin punya halaman rumah yang nyaman dan bisa dinikmati bersama keluarga. Begitu juga rumah saya. Sewaktu kecil halaman rumah saya luaas pake banget. Karena rumah kami dibangun agak kecil, di belakang. Itupun rumah semi permanen yang sangat sederhana. Tapi jangan tanya halamannya… saya bisa guling-guling di di rumput jepang yang dipelihara bapak, bisa metik sesuka hati buah di halaman kalau memang lagi panen, bisa main air di selokan tapi bersih di depan rumah kalau musim hujan datang. Dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan di halaman.

    Tapi seiring waktu berlalu #tseh… perlahan keadaan berubah.  Satu per satu pohon mulai ditebang. Pohon jambu air yang tadinya ada tiga pohon, jadi satu pohon. Belum pembangunan  rumah yang benar-benar total dirombak. Dan itu memakan lahan yang tadinya taman. #sedih.

    Akhirnya menyerahlah pohon jambu air yang satu-satunya masih tersisa. ‘Peteng’ kata bapak. Artinya pohon itu terlalu membuat gelap suasana rumah. Bapak ingin suasana yang lebih terang. Saya pasrah saja.

    Kemudian pohon kelapa jadi sasaran. Dua-duanya di dua sisi rumah. Ditebang habis. ‘Takut roboh kalau ada badai’ gitu katanya. Okelah kalo gitu.
    Waktu paving lagi booming di daerah saya, bapakpun mulai memasang paving di depan rumah, kecuali di sekitar satu-satunya pohon yang masih tersisa. Yaitu pohon rambutan. Katanya biar gak becek.

    Dan yang membuat saya syok setelah lama tidak pulang dari Jogja. Begitu saya pulang kampung suatu hari, saya melihat halaman, bukan.. sekarang bukan halaman lagi, tapi hanya lahan di depan rumah yang hampir semua tertutup paving! Di mana pohon rambutannya?! TIDAK!!! 

    Pohon yang sering saya naiki kalau pulang sekolah dulu, pohon dengan rambutan manis dan bisa menghasilkan berkarung-karung  kalau panen. Dan saya dengan senag hati membagi-bagi dalam tas kresek kecil dan kemudian saya bagikan ke tetangga. Sekarang sudah tidak ada.

    ‘Tetangga sebelah mau punya hajat’ begitu kata bapak. Biar gampang nanti buat jagongan. Saya speechless.. Antara mau marah, tapi itu tidak akan mengembalikan pohonnya. 

    Bagaimana keadaan halaman saya sekarang? Masih ber-paving, dengan beberapa kelompok tanaman dengan polybag. Walau kecewa karena tidak serimbun dan sesejuk dulu, tapi sekarang mulai tumbuh tunas baru, walau tidak akan menyamai taman seperti dulu, tapi itu tetap halaman rumah saya. Alhamdulillah... :)

    Suatu pagi di hari berlibur saya, pagi-pagi saya keluar menuju halaman dan mengambil beberapa foto tanaman di halaman. Mungkin tidak begitu bagus dan istimewa, tapi kita tidak tahu kapan tanaman itu akan berganti mengikuti pergantian waktu kan? Saat saya bisa, saya akan mengabadikannya :)


     Still with my pocket camera : 

    Jangan heran, saya banyak moto clover, soalnya emang sukaa >.<




    DSCF8692

    DSCF8690

    DSCF8688_2

    DSCF8684 

    DSCF8727 
    Semut juga doyan taneman, semut vegetarian ceritanya :p

    DSCF8755 
    bunga di tepi jalaan.. alangkah indahnyaaa...

    DSCF8723
    lemon grass

    DSCF8675

    DSCF8673 
    rada misfocus, tapi tak apa :)

    DSCF8659
    lagi santai bu? 

    Ini Judulnya Sock-Pink Fussion :)

    DSCF8655 


    DSCF8654_2


    Continue Reading

    image source : http://inforesep.com


    Kalo kamu orang Indonesia khususnya Jawa, pasti ngerti dah apa itu  serabi… kecuali yang gak … #PLAK   


    Buat yang gak ngerti apa itu Serabi, nih ane kasih definisinye dulu…


    Serabi, surabi or called srabi is an Indonesian pancake that is made from rice flour with coconut milk or just plain shredded coconut as an emulsifier. Each province in Indonesia has various serabi recipes corresponding to local tastes. It is thought that the name for the dish came from the originator of the recipe who was at the time trying to recreate Palačinke, an original Serbian pancake. (Wikipedia)

     (Maap seribu maap, ane pake bahasa daerah asal ane, Zimbabwe. Temen-temen pasti pinter dong bisa ngerti, ye KAN? IYA KAN?!!  ) 
    Intinye serabi itu makanan yang enak           #apaini  


    Makanan tradisional yang satu ini cukup akrab di lingkungan saya yang aseli dari kampung. Soalnya waktu kecil sering dibeliin serabi kalo minggu pagi. Nyam Nyam...  
    Serabi itu...enak dimakan waktu masih anget. Dimasaknya pake tungku spesial... dan masih pake kayu bakar... Bayanginnya aja jadi pengen pulang... 

    Ngomong-ngomong soal serabi, gak bisa dilepasin dari merek serabi yang satu ini. Yup.. serabi Notosuman. Serabi aseli Solo. Orang yang datang ke Solo rasanya gak afdol kalo gak mampir ke sini. Saya sendiri belon pernah nyoba srabi yang satu ini.. Jadi pengen ..

    Image Source : http://arimbar.blogspot.com

    Tapi di sini saya tidak akan bahas Serabi Notosuman.
    Nah lo, kalo bukan bahas Serabi Notosuman, mau bahas apa sih?

    Jujur, lagi pengen nulis ini aja tentang serabi. Soalnya, pernah waktu pulang ke kampung halaman, saya jalan-jalan minggu pagi gitu… Terus liat penjual serabi. Jadi langsung capcyus deh beli… ini foto sebenernya udah lama. Pas lagi buka foto-foto zaman baheula, jadi pengen posting di mari… ini poto masih pake kamera HP 1.3 Mpx, masih burem-burem bergembira...


    Photo-0006 bw
    The Ajumma, The Serabi Seller
     Photo-0007

    Ini adalah kompor revolusioner !! Kompor pake remote... Hihi 
    Photo-0013_3


    Photo-0025
    Jangan liat dari penampilannya pemirsa... Ini aseli enak banget loo... 


    Gak jelas banget ini postingan tentang apaa sebenernya..... 

    Ya sudahlah..... That's for Today... Anyong !   
    Continue Reading



    purple 2 purple peper 2011

    Hi there,
    This is my very first post in May. Just wanted to share some random pictures in my album. Those are old photos, I took them a year ago but I'm really excited to show them here. Picture above is a chili pepper tree in the back of my grandfather's house. Some of them are purple. Cute huh ? I don’t know how they got the color from, haha #silly.
    I usually visit my grandfather’s house when I go home to my hometown. It’s really peaceful when I’m home. I can breathe the fresh air and forget my chaotic life in the city for a moment. Definitely refreshing :D

    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me

    hestylukita
    Dreamer

    A Daughter, A Sister, A Dreamer. Penyuka Fotografi, Penyuka Hijau. Kadang pendiam, kadang serius, kadang 'menggila'. Read More

    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    Facebook Page

    Labels

    My Stories artikel dieng food food series jogja kaliwiro kampung korean food kuliner kuliner jogja photography photos review traveling wonosobo

    Blog Archive

    • ▼  2021 (1)
      • ▼  February 2021 (1)
        • 7 Café di Jogja - Ivy Coffee
    • ►  2020 (1)
      • ►  October 2020 (1)
    • ►  2019 (3)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  August 2019 (1)
    • ►  2018 (1)
      • ►  July 2018 (1)
    • ►  2017 (1)
      • ►  November 2017 (1)
    • ►  2015 (3)
      • ►  October 2015 (1)
      • ►  May 2015 (2)
    • ►  2013 (18)
      • ►  December 2013 (1)
      • ►  November 2013 (3)
      • ►  October 2013 (1)
      • ►  September 2013 (3)
      • ►  July 2013 (1)
      • ►  May 2013 (1)
      • ►  March 2013 (2)
      • ►  February 2013 (1)
      • ►  January 2013 (5)
    • ►  2012 (13)
      • ►  December 2012 (1)
      • ►  October 2012 (2)
      • ►  August 2012 (2)
      • ►  July 2012 (2)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ►  April 2012 (1)
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (1)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (27)
      • ►  December 2011 (1)
      • ►  November 2011 (1)
      • ►  October 2011 (1)
      • ►  September 2011 (1)
      • ►  July 2011 (3)
      • ►  June 2011 (4)
      • ►  May 2011 (3)
      • ►  April 2011 (4)
      • ►  March 2011 (2)
      • ►  February 2011 (7)

    Recent Posts

    Popular Posts

    • [Melancong] Waroeng Joglo – Wonosobo : Bangunan Jawa, Suasana Eropa
    • Ulasan 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta (atau kritik?)
    • [Jepretan] Akhirnya.... DIENG !!! negeri di atas awan
    • MAHAKARYA SENI DAN TEKNOLOGI UNTUK MARITIM NUSANTARA

    Contact Us

    Name

    Email *

    Message *

    Followers




    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top