Frame of Dreams

    • Home
    • Travel
    • _Wonosobo
    • _Jogja
    • Portfolio
    • Photo Blog
    • Food
    • My Stories


    Finally, I have time to sit down and talk about this.

    Karena setelah pulang dari ibadah umroh, terkena flu dan awet flunya, akhirnya ssetelah 1-2 minggu agak mendingan dan bisa nyelesein ini tulisan.

    Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt. Saya diberikan kesempatan untuk berkunjung ke tanah haram Makkah dan Madinah.
    Sebenernya sangat tidak menyangka bisa duluan ke sini daripada ke negara-negara lain. And I'm so happy that I did.

    Memang waktu itu rezeki, waktu dan kesempatan lah yang membuatku semakin memantapkan niatku untuk segera berangkat. I don't know why, but I just did. Mungkin ini yang disebut panggilan hati :).
    Akhirnya berangkatlah saya beserta Bapak dan Ibu.
    Singkat cerita, setelah kumpul dan menginap satu malam di Jakarta, kami berangkat menuju Bandara dan take off sekita pukul 17.00 (delay, karena menunggu penumpang dari semarang yang pesawatnya juga delay)

    MADINAH



    Pertama kali menginjakkan kaki di tanah haram yaitu di Madinah. Dari biro ingin mengikuti jejak Rasulullah dalam melaksanakan haji/umroh, yaitu dari Madinah ke Mekah.
    Kami tiba di Madinah sekitar jam 2.00 AM dini hari waktu setempat. Dibimbing oleh muthawif (pembimbing umroh saat di Madinah-Mekah), kami langsung menuju Masjid Nabawi untuk sholat jama ta'khir Magrib-Isya.
    Jarak antara Hotel dengan masjid sekitar 100m-200 m, jadi tidak terlalu jauh berjalan kaki. Tapi karena masjidnya subhanallah besarnya, jadi dari gerbang ke dalam masjid juga sekitar 200 m lagi.

    Pertama kali melihat masjid nabawi diwaktu dini hari? It’s magical. Saya merinding dan speechless dan tidak bergerak for a good minutes setelah selesai sholat Magrib-Isya. MasyaAllah. Indah.


    Karena badan yang lelah setelah perjalanan 9 jam di pesawat dan ditambah berjam-jam di bandara sebelumnya, saya memutuskan langsung ke Hotel untuk bersih-bersih dan istirahat sejenak. Kemudian kembali ke Masjid sekitar jam 4 untuk Sholat Subuh. Waktu Sholat Subuh di sana sekitar jam 5 pagi.

    FYI, untuk ikut sholat fardhu di sana (Makkah maupun Madinah) harus paling tidak 1-2 jam sebelum adzan. Kalau tidak, jangan harap bisa sholat di dalam masjid. Untuk di Nabawi, sekitar sebelum setengah jam sebelum adzan masih bisa di dalam kalau beruntung. Itupun di tempat yang tadinya jalan di dalam masjid, disekitar tempat air zam-zam. Kalau tidak ya sholat di serambi masjid. Jangan khawatir, di serambipun disediakan karpet dan tempatnya luas seluas lapangan.


    Jangan tanya kalau di Masjid Al-Haram Mekah. Jangankan mau masuk di bagian dalam sekitar ka'bah, di gerbang menuju bagian dalam ka'bah, sudah diusir sama polisi masjid. Kalau apes-apesnya menjelang adzan baru berangkat, bersiaplah sholat di pelataran atau bahkan bisa di jalanan (pengalaman pribadi LOL)

    Orang-orang datang ke Tanah Haram memang dengan berniat untuk ibadah. Tidak heran suasana di sana sangat damai, tentram. Orang-orang berlomba untuk cepat ke masjid, berlomba untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya.

    Pengalaman tidak terlupakan di Madinah adalah ketika di Roudhoh. Roudhoh untuk wanita seringnya dibuka waktu dhuha, karena sebenarnya tempatnya digunakan utuk sholat laki-laki.



    Orang-orang yang ingin ke roudhoh jangan di tanya, sangat bejubel. sehingga harus diatur untuk bergantian. Kami dipandu ustadzah Indonesia yang tinggal di Makkah untuk ke sana. Untuk ke sana harus mendaftar terlebih dahulu. Kami harus antri. Sewaktu, menunggu kami sholat dhuha atau membaca tilawah. Sewaktu menunggu giliran, antrian di depan kami sangat riuh sewaktu giliran mereka tiba. tidak jarang terjadi desak2an dan dorong-dorongan. Wanita-wanita asia dengan eropa di pisah antriannya untuk menghindari kerusuhan karena tinggi rata-rata yang berbeda.

    Setibanya waktu kami masuk, langunglah berebutan ke dalam roudhoh. Betapa tidak, kami hanya berjarak beberapa meter dari makam Rasulullah dan di sana merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Sebenarnya di dalam tidak memungkinkan untuk sholat dua roka'at. Namun MasyaAllah, saya bisa melaksanakan sholat di roudhoh dan ada seseorang yang menjaga tempat sujudku. Saya tidak bisa menahan tangis sewaktu sujud. Saya orang yang jarang sekali menangis, tapi waktu itu tangisanku tidak berhenti. Saya memberikan kesempatan untuk yang lain melaksanakan sholat di bekasku sholat, kemudian melanjutkan untuk berdoa. Mendoakan semua yang kita mau. Kami berdoa sambil berdiri. karena tidak memungkinkan berdoa sambil duduk. Ketika dirasa cukup, kami keluar. What a experience. Alhamdulillah.

    MEKAH


    Setelah beberapa hari di kota Madinah, kami berangkat ke Makkah untuk melaksanakan umroh.

    Dari hotel, kami sudah memakai pakaian ikhram. Kemudian mengambil miqat (dimulainya ibadah Haji/Umroh, harus mengenakan pakaian ikhrom dan memasang niat) di Masjid Bir 'Ali.

    Setelah mengambil miqot, kami menuju ke Mekah. Perjalanan sekitar 5 jam (kurang lebih 500 km). Sepanjang jalan benar-benar hanya batu dan pasir. Namun ada berkah di tengah perjalanan. Saya dan Ibu mengira suara rintikan di dalam bis dikarenakan suara aspal yang belum kering. sehingga kerikil atau batu-batu kecil aspal menimbulkan suara di badan bis. Namun setelah beberapa saat ternyata suara rintikan itu adalah suara gerimis hujan. Subhanallah. Allahumma shoyyiban nafi’an. Oh, iya, ngomong-ngomong soal suhu dan cuaca sepanjang di sana, it’s normal like in Indonesia. Sewaktu pagi sekitar 25 °C dan sewaktu dzuhur sekitar 37 °C. Sewaktu malam juga sekitaran 25 °C.

    Kamis sampai di Mekah sekitar waktu Isya. Bus Kami dilarang masuk komplek masjid karena masuk waktu sholat. Setelah waktu sholat berakhir, bus kami bisa masuk menuju Hotel kami. Saat menuju hotel. MasyaAllah, beribu-ribu orang berduyun-duyun pulang dari masjid. I'm speechless. It was my first time seeing this. And I's still in awe everytime I got out from mosque with thousand others till the last day I'm there.


    Setelah makan malam di hotel, kami menuju kamar untuk berwudhu (bagi yang telah batal wudhunya), kemudian menuju Masjidil Haram utnuk memulai umroh. Dengan dipandu muthowif, kami rombongan menuju pintu yang paling dekat dengan hotel. Kami sholat magrib-isya jama’ ta’khir terlebih dahulu.

    Kami sholat dengan ka’bah di depan mata kami. Setelah bertahun-tahun lamanya saya sholat dengan menghadap ka’bah yang sejauh beribu-ribu kilometer, kini dia di depan mata. My feelings at that time could not be expressed in words. Hanya bisa mengucapkan takbir, tasbih dan tahmid tanpa henti.

    Setelah melaksanakan sholat, kami mulai melakukan thawaf. Barisan dibentuk 5 baris, dengan laki-laki dibarisan luar dan wanita dibarisan dalam. Bersama dengan ratusan-ribuan orang lainnya, saya menjadi bagian perputaran itu.
    Setelah selesai, kami menuju tempat air zam-zam. Setelah mengucapkan doa,kami meminum air zam-zam kemudian menuju ke bukit Sofa untuk kemudian melakukan sa’i. Dengan semangat, kami berjalan/berlari kecil sembari mengucap do’a. Subhanallah, rasa kaki saya waktu itu luar biasa.😊

    Setelah sa’i selesai, kami mencukur sejumput rambut (tahalul) untuk mengakhiri ibadah umroh. Kami selesai sekitar pukul 2.00 dini hari.

    Kami kembali ke hotel untuk bersih-bersih dan istirahat sejenak. Kemudian kembali ke masjid untuk sholat malam langsung berlanjut sholat subuh.





    NEXT DAY


    Hari-hari selanjutnya diisi dengan perbanyak ibadah di Masjidil Haram dan kemudian dilanjutkan umroh kedua dengan mengambil miqat di Ji’ronah. Umroh ini bisa untuk diri sendiri lagi, juga bisa untuk orang lain (satu orang).

    Hari selanjutnya lagi free kegiatan, dan kebetulan bertepatan hari jumat. Hari jumat adalah hari libur untuk warga lokal dan yang jelas hari full barokah. Di sana wanita mengikuti sholat jumat sebagai pengganti sholat dhuhur. Untuk sholat jumat, kami setidaknya harus ke masjid 2 jam sebelum waktu sholat jumat untuk mendapatkan tempat di dalam masjid. Karena tidak hanya jama’ah umroh yang akan banyak melaksanakan sholat jumat, namun juga warga lokal juga warga sekitar kota tetangga yang memang sengaja datang untuk melaksanakan sholat jumat. Kami berangkat dari hotel sekitar pukul 9.30. Alhamdulillah dapat tempat yang nyaman di dalam masjid. Kami perbanyak beribadah sholat sunnah dan tilawah (terutama Surah Al Kahfi dan Ar-Rahman).

    Waktu sholat Jumat tiba. Kami mendengarkan khutbah Jumat dengan bantuan dari channel radio translate live berbahasa Indonesia. Alhamdulillah.  Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

    Tak terasa hari berikutnya kami sudah akan meninggalkan tanah haram dan pulang ke tanah air. Kami menuju Bandara yang berada di kota Jeddah. Setelah berkejar dengan waktu, akhirnya kami masih dapat mengejar pesawat dan kemudian take off terbang menuju Ibu pertiwi. Sebagian besar rombongan mulai menunjukkan gejala batuk dan flu. Selama kami di Madinah dan Makkah, jiwa dan raga kami dikuatkan dengan dipenuhi Ibadah dan dzikir kepada Allah swt. Dan setelah selesai, baru raga kami mulai menampakkan kelemahannya, karena sungguh, jiwa dan hati ini sudah rindu kembali lagi ke Rumah-Mu.

    Maaf ya, Tulisannya puanjang sepanjang jalan tol. Dan ini belum diedit lagi. Makasih yang udah baca sampai selesai. See U.





    Continue Reading

    Image source : rain-tea-coffee.tumblr.com

    Hi There! It’s been like a century since the last time I was here.

    Setelah berkutat lama dengan yang namanya skripsi, akhirnya lulus dan dapet kerja. Jadi ga sempet buat kemari..... 
    Abaikan itu hanya alasan saja. 

    Yang jelas memang lagi stuck dan  bener-bener lupa kalau punya blog haha


    Tapi beberapa waktu terakhir ini entah kenapa tiba aja pengen nulis lagi. Apa aja. Entah itu tulisan gak jelas. Yang penting nulis aja. Aneh, soalnya biasanya nulis caption instagram aja bingung dan akhirnya hanya pake emoticon aja :D


    Bingung juga apa yang mau ditulis buat ‘comeback’. Mau  Food series? Traveling? Atau artikel biasa? Akhirnya post ini yang duluan.  Enjoy!




    My Rainy Songs

    Image source : natureandbeauty.tumblr.com

    Musim hujan datang lagi. Mungkin itu yang bikin saya pengen nulis sesuatu. Karena hujan itu memang bikin banyak inspirasi yang tadinya terkubur daleeem banget tiba-tiba nongol aja. 
    Oh iya, saya juga pernah nulis tentang hujan DI SINI.

    Anyway, kali ini saya pengen bahas tentang playlist lagu saya waktu hujan.
    Waktu hujan, biasanya pengen sok-sok romantis, pengen dengerin lagu-lagu yang enak buat nikmatin hujan sampil minum teh atau kopi. Ini adalah playlist lagu yang suka saya dengerin sewaktu hujan. Here We Go..

    Warning : Most of the list are Korean songs. Because I often listen to Korean songs these days. And most of the songs  are calming, deep, slow or acoustic kinda song. So if you’re not big fan of those type of songs, just skip it ;)  

    1. Frans Schubert – Serenade (Summer Scent OST)

    Pertama denger karena dulu nonton drama ini, dan sampai saat ini masih sering on loop terutama waktu dingin-dingin lagi hujan.





    2. Clover (feat. 소히) - "붉은달"

    Saya sekarang prefer korean indie daripada k-pop. Ada banyak lagu k-pop yang suka. Tapi korean indie tetap betah di playlist sampai sekarang.
    Salah satu channel youtube indie yang saya ikuti adalah Indie To Go.  Selain lagunya enak, cinematography-nya lumayan juga,
    Sayangnya channel ini tidak terlalu aktif lagi akhir-akhir ini :(





    3. Kings Of Convenience - Cayman Islands

    Sudah lama lagu ini ada di playlist. Dan sudah lupa dapat lagu ini dari mana. Yang jelas definitely on loop. Suara acoustic guitarnya,,, bikin adem.




    4. Utopia - Hujan

    Kali ini lagu lokal dong. Kalo lagu tentang hujan, lagu ini kayak lagu wajibnya deh. No more words to describe.





    5. Sioen – Cruisin

    Banyak banget lagu yang udah bersarang di playlist saya selama bertahun-tahun, dan tidak akan pernah bosen dengerinnya, Salah satunya lagu ini.




    6. EPIK HIGH - We've Done Something Wonderful Album

    I can’t just mention one song, so I decided to include whole album to the list. Because, its so good. All of them. Below is one of their songs in this albun.





    7. Hyukoh’s songs

    Hyukoh is just wonderful. I love Oh Hyuk (the vocalist)’s voice.








    8. IU’s songs

    IU is a sweet heart.  She is one of the singers I'm most anticipated for her comeback.







    9. DEAN_what2do (ft. Crush x Jeff Bernat)


    DEAN is wonderful too. Just hear this song and the live version too.





    10. He Is We - All About Us ft. Owl City

    I include this song because.... it’s super good.




    Let’s be honest here. I’m just throwing out my favorite songs LOL. But really, those songs are really good to be played while you just relax through the rain. Trust me.

    Soo, thats all for now. Sorry the photos on this post aren't my photos. Because I don't have many rain-related photos :( . Let’s hope that I can be more active on this blog, so I can post my photos. I have soooo many photo to share but just don’t have the time to post it yet. So please wait a bit! 





    Image source : rain-tea-coffee.tumblr.com

    Continue Reading


    Kalah menang itu hal biasa. Ikut lomba-pun kadang bisa menang, kadang enggak. Lebih sering enggaknya sih... hehe....

    Salah satu kompetisi yang saya ikuti dan gagal menang adalah JaringIde yang diselenggarakan oleh ITB. Di mana di sini kita bisa nuangin ide sesuai tema yang lagi dilombakan. Konsep penulisan dan penyetoran foto hampir sama kayak nulis di blog. Ada editor text dan ada tempat buat upload foto maupun video. Jadi bisa dibilang kontes ini tanpa biaya alias free.. makanya saya ikut kontes ini, hehe.. #AkuCintaGratisan

    Tema JaringIde kali ini adalah My Indonesia Moment. Jadi setelah mendaftarkan akun di JaringIde, kita bisa posting tulisan dan upload foto segala tentang Indonesia. Apapun, mulai objek wisata (ini yang kebanyakan diposting), kuliner, kegiatan masyarakat, pesta tradisional dan banyak lagi...

    Yang menjadi tantangan di Jaring Ide adalah banyaknya peserta baik dari dalam maupun luar negeri. Iya, luar negeri.. Banyak bule yang ikut kompetisi ini juga khususnya dari jerman yang sepertinya memang mempunyai kerjasama dengan ITB di kontes ini. Dengan banyaknya peserta, kesempatan menang juga semakin kecil. Tapi saya tetep ikut, itung-itung buat nambah pengalaman...

    Nah, karena pemenangnya sudah diumumin, which is hadiahnya jalan2 ke pulau komodo (hiks, pengen ) dan saya, udah dengan jelas tidak menang. Karena itulah, saya jadi mikir. Postingan yang saya tulis di situ buat apa dong selanjutnya? Yang baca palingan juga peserta lain, itupun cuma beberapa. Jadilah tercetus ide buat mem-posting lagi apa yang saya tulis di lomba itu. Entah ini dilegalkan ato gak, saya tetep mau melakukannya! #SIKAP 

    Di lomba ini saya nulis tentang tempat-tempat yang pernah saya kunjungi. Karena asal saya dari Wonosobo dan sekarang saya lagi kuliah di Yogyakarta, saya nulis tentang dua tempat itu. Jadilah dua seri. Yaitu Wonosobo Series dan Yogyakarta Series.

    Wait for this, BEIBEH!!!

    Continue Reading

    Hari, minggu, bulan berlalu. Dan skripsi tak kelar-kelar #eh 

    Saya baru sadar kalau bulan lalu belum nulis postingan !
    Target saya kalau setiap bulan harus posting, akhirnya gagal.
    Dan yang lebih bikin nyesek lagi, bulan kemarin itu buanyak sekali pengalaman, petualangan seru dan hal-hal baru yang bisa ditulis. Tapi kenapa? KENAPA? *garuk-garuk pohon pisang 

    Saya sepertinya gak cocok jadi jurnalis atau wartawan yang bisa langsung nulis berita begitu sesuatu terjadi. Kalau saya: Ada acara hari ini, nulisnya bulan depan, itupun paling cepet -_-. Ckckck.. bener2 gak bisa diandalin… 

    Buanyak banget cerita bulan lalu. Ada reli kondangan, ada reli photo dan gak ketinggalan, reli jalan-jalan...


    Tapi sekarang saya bukan mau bahas itu dulu (nah kan, udah sebulan lebih belum ditulis juga -_-). Saya mau bahas foto yang lebih luama dari itu. Maksudnya biar gak teronggok di folder leptop. Hihi…

    Memorable Corner

    Saya mau cerita tentang halaman rumah. Nah lo, apa lagi tuh…

    Halaman rumah saya di kampung sana punya banyak cerita. Bukan cuma rumah kaget aja yang bisa berubah. Halaman rumah saya juga bisa. Well, mungkin ceritanya gak se-drastis rumah kaget yang sehari semalam langsung jadi, tapi ini punya cerita yang cukup panjang dan lama.

    Setiap orang pasti pingin punya halaman rumah yang nyaman dan bisa dinikmati bersama keluarga. Begitu juga rumah saya. Sewaktu kecil halaman rumah saya luaas pake banget. Karena rumah kami dibangun agak kecil, di belakang. Itupun rumah semi permanen yang sangat sederhana. Tapi jangan tanya halamannya… saya bisa guling-guling di di rumput jepang yang dipelihara bapak, bisa metik sesuka hati buah di halaman kalau memang lagi panen, bisa main air di selokan tapi bersih di depan rumah kalau musim hujan datang. Dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan di halaman.

    Tapi seiring waktu berlalu #tseh… perlahan keadaan berubah.  Satu per satu pohon mulai ditebang. Pohon jambu air yang tadinya ada tiga pohon, jadi satu pohon. Belum pembangunan  rumah yang benar-benar total dirombak. Dan itu memakan lahan yang tadinya taman. #sedih.

    Akhirnya menyerahlah pohon jambu air yang satu-satunya masih tersisa. ‘Peteng’ kata bapak. Artinya pohon itu terlalu membuat gelap suasana rumah. Bapak ingin suasana yang lebih terang. Saya pasrah saja.

    Kemudian pohon kelapa jadi sasaran. Dua-duanya di dua sisi rumah. Ditebang habis. ‘Takut roboh kalau ada badai’ gitu katanya. Okelah kalo gitu.
    Waktu paving lagi booming di daerah saya, bapakpun mulai memasang paving di depan rumah, kecuali di sekitar satu-satunya pohon yang masih tersisa. Yaitu pohon rambutan. Katanya biar gak becek.

    Dan yang membuat saya syok setelah lama tidak pulang dari Jogja. Begitu saya pulang kampung suatu hari, saya melihat halaman, bukan.. sekarang bukan halaman lagi, tapi hanya lahan di depan rumah yang hampir semua tertutup paving! Di mana pohon rambutannya?! TIDAK!!! 

    Pohon yang sering saya naiki kalau pulang sekolah dulu, pohon dengan rambutan manis dan bisa menghasilkan berkarung-karung  kalau panen. Dan saya dengan senag hati membagi-bagi dalam tas kresek kecil dan kemudian saya bagikan ke tetangga. Sekarang sudah tidak ada.

    ‘Tetangga sebelah mau punya hajat’ begitu kata bapak. Biar gampang nanti buat jagongan. Saya speechless.. Antara mau marah, tapi itu tidak akan mengembalikan pohonnya. 

    Bagaimana keadaan halaman saya sekarang? Masih ber-paving, dengan beberapa kelompok tanaman dengan polybag. Walau kecewa karena tidak serimbun dan sesejuk dulu, tapi sekarang mulai tumbuh tunas baru, walau tidak akan menyamai taman seperti dulu, tapi itu tetap halaman rumah saya. Alhamdulillah... :)

    Suatu pagi di hari berlibur saya, pagi-pagi saya keluar menuju halaman dan mengambil beberapa foto tanaman di halaman. Mungkin tidak begitu bagus dan istimewa, tapi kita tidak tahu kapan tanaman itu akan berganti mengikuti pergantian waktu kan? Saat saya bisa, saya akan mengabadikannya :)


     Still with my pocket camera : 

    Jangan heran, saya banyak moto clover, soalnya emang sukaa >.<




    DSCF8692

    DSCF8690

    DSCF8688_2

    DSCF8684 

    DSCF8727 
    Semut juga doyan taneman, semut vegetarian ceritanya :p

    DSCF8755 
    bunga di tepi jalaan.. alangkah indahnyaaa...

    DSCF8723
    lemon grass

    DSCF8675

    DSCF8673 
    rada misfocus, tapi tak apa :)

    DSCF8659
    lagi santai bu? 

    Ini Judulnya Sock-Pink Fussion :)

    DSCF8655 


    DSCF8654_2


    Continue Reading



    Hujan.
    Waktu di mana para pujangga bangun dari tidur panjangnya
    Waktu di mana seseorang tiba-tiba menjadi romantis, pandai bersyair.
    Padahal dia bukan seorang pujangga.

    Seperti saya.


    Pernah ada percakapan saya dengan kakak. Saat itu kami sedang dalam perjalanan ke rumah dari Jogja. Kami sedang mendengarkan musik bersama. Tiba-tiba tercetus pertanyaan dari saya.

    Aku : Kok kita bisa ingat suatu memori kalo denger musik ya? Padahal gak ada liriknya, tiba-tiba aja bisa   teringat sesuatu…
    Dan kakak saya menjawab dengan singkat, padat, dan bikin penasaran
    Kakak : Jangankan  musik, suara hujan aja bisa bikin kita merenung..
    Aku : Iya ya…


    Dari percakapan itu saya jadi penasaran dengan hal-hal tentang hujan. Akhirnya nemu beberapa artikel tentang itu. Mungkin kalian udah banyak yang tau mengenai ini, tapi saya pengen tetep nulis aja…

    Ini dia beberapa fakta mengenai Hujan :
    (Sumber : http://www.smartnewz.info/2011/10/11-fakta-menarik-tentang-hujan.html)


    • Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam. Titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan, bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.
    • Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm. 
    • Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”. (Subhanallah)
    • Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer/kul_kas.
    • Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan 'petrichor'. 
    • Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi.


    Itulah rahasia mengapa para pujangga itu bangun saat musim hujan, menerima derasnya inspirasi dan menuangkannya dalam berbaris syair. Begitu juga dengan saya yang hanya seorang biasa, menyukai hujan dan bisa tiba-tiba menjadi lumayan romantis :)

    Kalau bahas tentang Hujan, bakal gak ada habisnya. Filosofi hujan, syair tetang hujan,para penyuka hujan, dan masih banyak lagi.
    Tapi disini saya mau bahas what to do if the rain comes? Kalau hujan, apa yang kita lakukan?


    When the rain comes,

    • Dancing with The Rain



    Judulnya keren ya? "Dancing with The Rain" tapi maksud sebenarnya adalah : HUJAN-HUJANAN.
    Ya, waktu kecil pasti kalian udah pernah hujan-hujanan. Kecuali yang belum -_-. Hujan-hujanan di sini maksudnya emang sengaja main hujan, becek-becekan, main lumpur kalau perlu. Pas udah selesai, saatnya kena marah ortu deh, hihihi.
    Banyak juga adegan romantis di film-film atau drama-drama yang settingnya hujan-hujanan. So sweet... :)


    • Reading A Book


    Karena hujan, ruang gerak menjadi sempit. Kita tidak bisa ke banyak tempat. Jadi membaca buku, merupakan pilihan tepat. Kalau sok-sok romantisnya, bacanya di samping jendela, sambil menikmati alunan suara hujan, #ceile...
    Lebih bagus dan full barokah, reading Al-Qur'an is the best choice.. :)

    • Enjoy A Cup of Tea


    Sambil baca buku, lebih lengkap ditemani secangkir teh hangat. Ini lebih sering saya lakukan daripada membaca buku. Minum teh sambil nonton TV atau sekedar mengobrol dengan teman atau keluarga. How warm.. :) . Ditemani camilan juga boleh, #awasgemuk hihihi

    • Enjoy The Rainy Song


    Mendengarkan lagu, kombinasi yang tepat. Alunan musik dan suara hujan menjadi kombinasi untuk mencari inspirasi. Lagu apa aja yang biasa didengar saat hujan? Kakak saya pernah menulis tentang ini di BLOG-nya.. Pilihan lagunya kurang lebih sama denganku... Once again, murattal is the good choice too..

    • Praying, of Course..

    Dalam hadits dikatakan :

    'Two will not be rejected, Supplication when the Adhan (call of prayer) is being called, and at the time of the rain'.


    (Maaf ya, pake bahasa Zimbabwe lagi, :p )

    Dan masih banyak dalam Al-Qur'an yang menyebutkan tentang hujan.

    Waktu ketika doa tidak akan ditolak ada dua yaitu saat adzan berkumandang dan pada saat turun hujan.
    Waktu hujan turun, banyak-banyaklah berdoa. Hujan itu dipenuhi keberkahan, bersyukur saat hujan turun merupakan hal yang sudah sewajarnya harus kita lakukan. 


    • Just Enjoy It...

    Nikmati saja. Harum tanah yang basah, suara gemericik gerimis, tetesan air yang jatuh dari genteng ke pelataran rumah....

    Dengarkan suaranya,.. betapa besar karunia Ilahi....


    Dan saya suka suasana sehabis hujan. 

    Why? I don't know, I just like it.. :)



    Image Source :
    http://i908.photobucket.com/albums/ac289/JBinvasion/5745236_500.jpg?t=1300539871
    http://www.flickr.com/photos/silencio/373562963/
    http://fc01.deviantart.net/fs47/i/2009/227/8/6/come_down_now_by_Soyismyhomeboy.jpg
    http://favim.com/image/65685/
    http://observando.net/page/165
    http://nodramadrianna.tumblr.com/post/292734407/via-elleai-want
    http://mittaamicha.files.wordpress.com/2012/01/berdoa.jpg
    http://picturesandquotes.net/post/10842866815
    http://img.xcitefun.net/users/2012/03/289494,xcitefun-the-girl-in-the-rain-by-best10photos.jpg
    http://piccsy.com/2011/06/rain-lights/
    http://mechtaniya.deviantart.com/art/When-behind-a-window-a-rain-141910725
    Continue Reading

    image source : http://inforesep.com


    Kalo kamu orang Indonesia khususnya Jawa, pasti ngerti dah apa itu  serabi… kecuali yang gak … #PLAK   


    Buat yang gak ngerti apa itu Serabi, nih ane kasih definisinye dulu…


    Serabi, surabi or called srabi is an Indonesian pancake that is made from rice flour with coconut milk or just plain shredded coconut as an emulsifier. Each province in Indonesia has various serabi recipes corresponding to local tastes. It is thought that the name for the dish came from the originator of the recipe who was at the time trying to recreate Palačinke, an original Serbian pancake. (Wikipedia)

     (Maap seribu maap, ane pake bahasa daerah asal ane, Zimbabwe. Temen-temen pasti pinter dong bisa ngerti, ye KAN? IYA KAN?!!  ) 
    Intinye serabi itu makanan yang enak           #apaini  


    Makanan tradisional yang satu ini cukup akrab di lingkungan saya yang aseli dari kampung. Soalnya waktu kecil sering dibeliin serabi kalo minggu pagi. Nyam Nyam...  
    Serabi itu...enak dimakan waktu masih anget. Dimasaknya pake tungku spesial... dan masih pake kayu bakar... Bayanginnya aja jadi pengen pulang... 

    Ngomong-ngomong soal serabi, gak bisa dilepasin dari merek serabi yang satu ini. Yup.. serabi Notosuman. Serabi aseli Solo. Orang yang datang ke Solo rasanya gak afdol kalo gak mampir ke sini. Saya sendiri belon pernah nyoba srabi yang satu ini.. Jadi pengen ..

    Image Source : http://arimbar.blogspot.com

    Tapi di sini saya tidak akan bahas Serabi Notosuman.
    Nah lo, kalo bukan bahas Serabi Notosuman, mau bahas apa sih?

    Jujur, lagi pengen nulis ini aja tentang serabi. Soalnya, pernah waktu pulang ke kampung halaman, saya jalan-jalan minggu pagi gitu… Terus liat penjual serabi. Jadi langsung capcyus deh beli… ini foto sebenernya udah lama. Pas lagi buka foto-foto zaman baheula, jadi pengen posting di mari… ini poto masih pake kamera HP 1.3 Mpx, masih burem-burem bergembira...


    Photo-0006 bw
    The Ajumma, The Serabi Seller
     Photo-0007

    Ini adalah kompor revolusioner !! Kompor pake remote... Hihi 
    Photo-0013_3


    Photo-0025
    Jangan liat dari penampilannya pemirsa... Ini aseli enak banget loo... 


    Gak jelas banget ini postingan tentang apaa sebenernya..... 

    Ya sudahlah..... That's for Today... Anyong !   
    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me

    hestylukita
    Dreamer

    A Daughter, A Sister, A Dreamer. Penyuka Fotografi, Penyuka Hijau. Kadang pendiam, kadang serius, kadang 'menggila'. Read More

    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    Facebook Page

    Labels

    My Stories artikel dieng food food series jogja kaliwiro kampung korean food kuliner kuliner jogja photography photos review traveling wonosobo

    Blog Archive

    • ▼  2021 (1)
      • ▼  February 2021 (1)
        • 7 Café di Jogja - Ivy Coffee
    • ►  2020 (1)
      • ►  October 2020 (1)
    • ►  2019 (3)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  August 2019 (1)
    • ►  2018 (1)
      • ►  July 2018 (1)
    • ►  2017 (1)
      • ►  November 2017 (1)
    • ►  2015 (3)
      • ►  October 2015 (1)
      • ►  May 2015 (2)
    • ►  2013 (18)
      • ►  December 2013 (1)
      • ►  November 2013 (3)
      • ►  October 2013 (1)
      • ►  September 2013 (3)
      • ►  July 2013 (1)
      • ►  May 2013 (1)
      • ►  March 2013 (2)
      • ►  February 2013 (1)
      • ►  January 2013 (5)
    • ►  2012 (13)
      • ►  December 2012 (1)
      • ►  October 2012 (2)
      • ►  August 2012 (2)
      • ►  July 2012 (2)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ►  April 2012 (1)
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (1)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (27)
      • ►  December 2011 (1)
      • ►  November 2011 (1)
      • ►  October 2011 (1)
      • ►  September 2011 (1)
      • ►  July 2011 (3)
      • ►  June 2011 (4)
      • ►  May 2011 (3)
      • ►  April 2011 (4)
      • ►  March 2011 (2)
      • ►  February 2011 (7)

    Recent Posts

    Popular Posts

    • [Melancong] Waroeng Joglo – Wonosobo : Bangunan Jawa, Suasana Eropa
    • [Jepretan] Akhirnya.... DIENG !!! negeri di atas awan
    • Ulasan 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta (atau kritik?)
    • MAHAKARYA SENI DAN TEKNOLOGI UNTUK MARITIM NUSANTARA

    Contact Us

    Name

    Email *

    Message *

    Followers




    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top