Frame of Dreams

    • Home
    • Travel
    • _Wonosobo
    • _Jogja
    • Portfolio
    • Photo Blog
    • Food
    • My Stories
    Hai, Folks!

    Kita lanjutin yok buat 7 café di Jogja yang Cozy dan enak buat ngerjain tugas. Yang belum baca bagian pertama, MAMPIR YUK.

    Yang udah baca, mari dilanjutt!

    2. Hayati Specialty Coffee




    Sebenernya café yang mau aku sebutin setelah ini hanya pernah aku kunjungin satu ato dua kali. Tapi, tempatnya bener-bener enak buat ngerjain suer.
    Sebelum dateng ke café ini aku familiar dengan es kopi susu nya yang dulu cuman bisa dipesen lewat gojek. One of my favs.
    One day aku ke sana sama temenku, niatnya cuman pengen ketemuan aja. Akhirnya dipilihlah café ini. Di sana cuman ngobrol, nggak ngerjain apa-apa.

    The Place


    Dari yang aku liat sebagian besar yang dateng ke situ emang buat ngerjain tugas atau meeting. Nggak heran sih, tempatnya nyaman soalnya. Di bagian dalam yang jelas dingin karena AC area. Tapi yang bagian belakang non AC juga nggak kalah nyamannya. Soalnya di desain senyaman mungkin.

    The Beverages/Food

    Kalo minuman terutama es kopi nya jan ditanya lag, dijamin enak. Cuman kalo beverages lainnya menurutku standar. Oh, iya di sisni kamu juga bias pesen menu makanan, dan lumayan enak lho.





    The Price




    IMO harga buat beverages nya lumayan mahal. Tapi tetep woth it kok, cuman lumayan ngerogoh kocek buat adek-adek mahasiswa yaa.
    Harga buat makanan dan minumannya kisaran 20K-50K IDR.



    Info :
    Location
    Demangan Baru no 6-7, Yogyakarta

    Contact
    Telp/Whatsapp : 0831-1676-9363
    Instagram : @hayaticoffee


    Open hours :  8.30 AM – 24:00 PM







    To Be Continued, dengan café yang lebih kécé. 

    Stay tuned! :D

    Continue Reading

    Sebelum mulai, seperti kebanyakan blog lainnya, saya mau intermezo dulu tentang curcolan saya ya...
    jangan lewatkan bagian ini, karena SANGAT PENTING #boongBanget

    Pertama2 sebenarnya saya ingin banyak ng-Post, karena banyak yang saya lakukan seminggu ini... tentang perjalanan AMAZING saya jalan2 di antara pegunungan, tentang pengalaman saya buat SIM, tentang pengalaman....... ah, nanti deh, biar surprise gitu... <-- strategi agar rating pembaca meningkat, tapi sepertinya tidak kunjung berhasil,... :'(... #ratapanSepiPembaca
    http://www.emocutez.com

    Kedua,.. liburan semester 4 di fakultas saya Berarti = Praktek Industri. Yak... inilah alasan kenapa begitu banyak yang pengen di-posting tapi gak kesampean... karena liburan yang menjadi sumber kebahagiaan para mahasiswa yang sudah eneg sama kuliah, telah direnggut oleh keharusan pemenuhan SKS untuk Praktek Industri... OH NO.... kapan2 saya ceritain pengalaman praktek industri yeee...... yihu!! #hebohSendiri http://www.emocutez.com

    Ketiga, tentang judul postingan kali ini [CerKem] --> singkatan dari Cerita Kembali,... Saya telah memutuskan untuk menjadikan CerKem ini sebagai rubrik blog saya untuk berbagai review film atopun drama yang saya tonton, hahahaha... (sebenarnya ini SANGAT2, nomu nomu nomu Tidak Penting)... baiklah, kita teruskan...

    judul selanjutnya A Barefoot Dream-Segenggam Mimpi di Sudut Timor.

    Agak aneh gak sih? Saya si ngrasanya agak aneh.. hehe. saya udah beberapa ganti judul = A Barefoot Dream-Mimpi tanpa alas kaki,.. A Barefoot Dream-Menggapai Mimpi tanpa Alas kaki,.. dan banyak pemikiran lainnya, tapi setelah browsing sana sini, ternyata kebanyakan review film ini makai judul yang kayak gitu juga. yah, setelah perang pemikiran yang DAHSYAT, akhirnya saya pilih judul itu.... http://www.emocutez.com

    pertanyaannya : Kapan saya mulai ke topik sebenarnya?
    jawaban : Hehe, maap-maap... kebiasaan saya, lebih banyak nulis yang gak penting...

    sekarang benar2 masuk ke topik utama lngsung ke TeKaPe :

    A Barefoot Dream

    adalah sebuah film dari negeri gingseng alias Korea. Udah agak lama sih, sekitar tahun 2010, lupa bulan apa. Yang jelas, saya baru nonton film ini gara-gara ada yang minjemin,... #gakModal
    trus saya kopi (baca : salin) ke lepi. Buat bekal liburan singkat di rumah... (untungnya masih ada jeda buat liburan walaupun cuma seminggu...hoooaaaahhhh ) http://www.emocutez.com


    Saya tahu film ini sebenarnya udah lama, karena pernah ditayangin treaser plus behind the scene-nya di acara favorit saya... Showbiz Korea (Arirang TV). Saya agak kaget denger nama Timor Timur sebagai latar film-nya. Amaze bukan? Tiba-tiba aja korea membuat film berlatar belakang Timor Timur.. Kalian juga Amaze kan? Iya kan? #ngarep

    yang jelas, cerita ini diambil dari kisah nyata.
    Kim Won-Kang (Park Hie-Sun) adalah seorang mantan pemain bola dari Korea yang bisa dibilang gagal dalam hidupnya. Akhirnya dia memutuskan untuk memulai berbisnis... Dan bisnisnya juga tidak begitu lancar, hingga nasib membawanya ke Timor Timur atau Timur Leste, karena ada tawaran bisnis di sana.

    Saat dia akan kembali ke Korea karena telah ditipu oleh pebisnis gadungan, dia melihat anak-anak setempat yang sedang bermain bola. Saat itu sedang ada sebuah pertandingan yang cukup meriah. Won-Kang melihat permainan mereka lumayan bagus, tetapi yang menarik perhatiannya adalah anak-anak itu tidak memakai sepatu ataupun seragam sepak bola. mereka hanya bertelanjang kaki. Tiba-tiba saja tercetus ide untuk berbisnis peralatan sepak bola. Dia sangat optimis bahwa bisnisnya akan berjalan lancar, karena banyak anak di sana suka bermain bola.

    Setelah beberapa bulan, dugaannya ternyata meleset jauh.. Jualannya benar-benar nggak laku. bahkan dia hanya bisa menjual sepasang sepatu selama beberapa bulan. Tetapi dia tidak kehabisan akal. Akhirnya dia memberlakukan sistem kredit untuk sepatu jualannya. Ia memberikan semua sepatunya kepada anak-anak, asal mereka harus membawa uang 1 dolar setiap harinya untuk melunasi sepatu itu.

    Bukan hanya sebagai penjual sepatu, Won-kang juga melatih anak-anak itu bermain sepak bola... Dinamika kehidupan di sudut Timor-pun di mulai,.. mulai dari konflik dengan seseorang yang tidak suka dengan keberadaan Won-kang di sana, pertandingan sepak bola dengan geng lain, dan permasalahan anak-anak yang tidak bisa lagi membayar angsuran karena kemiskinan mereka. Bagian yang ini ni, yang sempet bikin saya mau meneteskan air mata... tapi gak jadi, hehe...

    Kemudian Won-kang menjanjikan sebuah harapan bagi anak-anak itu, bahwa dia akan membawa mereka ke pertandingan se-asia di Jepang. Dengan mimpi itu, anak-anak menjadi semangat untuk terus berlatih sepak bola... sempat juga ada berbagai permasalahan. tentang dua anggota yang saling benci satu sama lain, seorang bocah yang ingin sekali main sepak bola tapi tidak diijinkan oleh Won-kang karena badannya terlalu kecil, sampi masalah penyakit mata salah satu anggotanya. Juga sempat ada kejadian konflik Timor Leste yang sedang memanas.. pokoknya seru deh...

    Dan, akhirnya setelah melalui berbagai cobaan dan rintangan yang menghadang #halah mereka akhirnya bisa pergi ke Jepang untuk mengikuti pertandingan di sana. dan di akhir cerita disebutkan bahwa tim bawaan Won-kang itu secara ajaib menang dalam 5 kali pertandingan. Wow... pada saat pertandingan di Jepang ini, yang menurut saya jadi klimaksnya, karena saya nangis di bagian itu... hahay...

    pelajaran yang bisa diambil dari film ini :

    1. Bermimpilah sesukamu, karena mimpi itu gratis, tapi memang harus ada usaha. karena kalo enggak ada usaha, mimpi itu hanya akan menjadi sekedar mimpi yang tetap menggantung dan tidak akan kamu dapatkan walau hanya menggantung di langit-langit kamarmu.
    2. Tidak ada hal yang tidak mungkin. Banyak orang, banyak film, banyak cerita yang sudah membuktikan hal ini. So, jangan pesimis dulu!

    masih banyak yang bisa dipetik dari film ini, seperti kerja sama dalam tim, kerja keras pantang menyerah dan masih banyak lagi... tapi berhubung mata udah tinggal 1 watt lagi karena Praktek Industri yang menguras tenaga, maka, sampai di sini dulu perjumpaan kita kali ini... # halah,... CAO! http://www.emocutez.com




    Continue Reading

    Sebenernya saya kudet banget ya,.. hari gini baru bahas film ini(soalnya kebetulan juga dapet tugas review film ini, kalo gak ada tugas, mungkin gak pernah nulis ni post, hehe) ... tapi tak ape lah... cekidot!


    Film yang bertemakan religi nampaknya sedang booming akhir-akhir ini. Mulai dari Ayat-Ayat Cinta sebagai pionir film bertemakan agama, kemudian diikuti rentetan film religi lain. Dari satu sisi, film dengan tema religi membawa dampak bagus di tengah film ecek-ecek yang hanya mengandalkan sensualitas dan pornografi yang disamarkan dan dikemas dalam bentuk film horor. Tetapi di sisi lain, pemahaman agama yang kurang dari para penggarap film tersebut, membuat esensi yang dibawa kadang-kadang melenceng dan membawa dampak yang lebih besar kepada masyarakat terkait pencitraan agama, khususnya islam. Pencitraan yang kurang tepat sedikit banyak membentuk mainset para penonton (masyarakat) dalam menilai ajaran agama (islam). Tak jarang hal ini membuat para pemuka dan pemikir agama angkat bicara.

    Dengan meng-hama-nya film religi, film dengan tema prularisme juga mulai bermunculan. Sebut saja film “cin(T)a” yang menceritakan tentang pasangan beda agama, kemudian “3 Hati Dua Dunia Satu Cinta” yang juga mengangkat tema pasangan beda agama dan sarat akan penipisan tembok perbedaan dengan meng-atas namakan cinta. Kemudian hanung bramantyo dengan “?” (baca : Tanda Tanya) nya yang lebih banyak mengundang kontroversi dibandingkan dengan film-film yang saya sebutkan tadi. Tetapi kali ini saya akan khusus membahas membahas film 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta.

    Film yang disutradarai oleh Benni Setiawan ini berkisah tentang Rosid (Reza Rahardian) seorang pembaca puisi dan wartawan freelance. Ia berpacaran dengan Delia (Laura Basuki) yang seorang katolik. Kedua orang tua mereka jelas tidak setuju dengan hubungan mereka. Rosid-pun dijodohkan dengan seorang muslimah bernama Nabila (Arumi Bachsin). Ending film ini banyak membuat penonton tidak puas karena agak menggantung dan juga membuat penonton bertanya-tanya. Ending kehidupan mereka hanya ditulis dengan tulisan epilog yang menceritakan, bahwa mereka(bertiga) akhirnya memliki pasangan masing. 

    Waktu saya selesai menonton film ini juga saya bertanya “TERUS????”. Yah, sepertinya film ini sengaja dibuat demikian agar penonton dapat mengambil kesimpulan sendiri tentang penyelesaian masalah pokoknya, yaitu tentang pernikahan beda agama. Dan menurut saya tidak sehat karena membuat para penonton berspekulasi sendiri yang jelas akan mengarahkan kepada pendapat-pendapat yang kurang meyakinkan. Walau ending ceritanya jelas(mereka memiliki pasangan masing-masing pada akhirnya) tapi pertanyaan yang harusnya terjawab malah belum terjawab. Saya terus terang juga menyayangkan hal ini.

    Oke, saya tidak mau berpanjang lebar dengan synopsis filmnya. Karena yang akan saya bahas di sini adalah pendapat saya tentang film ini dari segi pelajaran yang dapat diambil dengan tidak mengesampingkan kritik-kritik juga dari saya, hehe.

    Bagian2 yang menurut saya agak mengganggu dan saya kurang suka dalam film ini :
    1. Tentang adat penggunaan kopiah putih juga baju serba putih yang dianut oleh bapaknya Rosid. Kalau saya menangkap dari bagian cerita yang ini, kesannya kebanyakan umat muslim di Indonesia hanya menganut paham leluhur, dan menganggapnya terkesan ‘wajib’. Padahal tidak semuanya seperti itu. Oke, bila tujuan adanya bagian ini untuk meluruskan paham yang banyak menganut ajaran leluhur, bukan dari Rasulullah. Tapi yang saya sayangkan, masalah ini tidak terselesaikan. Padahal pada saat Rosid mengungkapkan pendapatnya saat bertemu dengan Guru di sana, mereka berjanji akan berdiskusi lagi, tapi tidak dimunculkan lagi dalam cerita berikutnya. Sayang sekali.
    2. Bagian saat penggrebegan kelompok diskusinya Rosid yang dilakukan oleh sekelompok pemuda muslim. Bagian ini mengesankan bahwa umat muslim identik dengan kekerasan dan langsung bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Walaupun akhirnya mereka berdamai, saya tidak merasa sreg dengan bagian yang satu ini.
    3. Ketua kelompok diskusi lintas agama (saya lupa namanya). Dia adalah anak seorang yang tahu agama (saya juga lupa namanya, tapi yang jelas, diperankan oelh Hadad Alwi). Kok dia mengadakan perkumpulan macam itu. Yang menurut saya memang menyalurkan aspirasi pemuda, tapi agak kelewatan. Dan dari scene diskusi di kelompok itu, terkesan nyeleneh dan membuat penonton lagi –lagi harus berspekulasi sendiri tentang pernikaan antar agama. Yang akhirnya di jawab dengan tertawa ???
    4. Tentang candaan ‘bukan muhrim’ antara Rosid dan Delia. Sangat-sangat mengganggu. Yang sudah tahu tentang hukum ber-khalwat, pasti juga akan merasakan hal yang sama. Sudah tahu bukan muhrim, kok masih bonceng-boncengan ^^.
    5. Cerita secara global. Sekali lagi, cerita ini membuat kita berspekulasi sendiri tentang pernikahan beda agama. Dan hal ini mengesankan bahwa penyelesaian masalah yang notabene menjadi masalah yang sejak zaman dahulu ini menjadi penyelesaian yang ‘menggantung’, dengan hukum yang tidak tegas dan terkesan membebaskan larangan menikah berbeda agama.
    Yang dapat menjadi pelajaran dari film ini (walau saya menangkapnya agak susah dan tidak terlalu mengena di hati ^^)

    1. Tentang perbuatan syirik yang dilakukan bapaknya Rosid (Rasyid Karim). Ini menjadi pelajaran buat kita bahwa hal-hal yang berbau ajimat dan bebagai bentuk syirik dan musyrik itu hanya membawa kemudharatan bagi kita.
    2. Tentang ending film ini yang digambarkan dengan tulisan-tulisan epilog (walaupun agak susah menangkapnya). Bahwa jodoh kita Allah yang mengatur, jangan hanya mengikuti nafsu sesaat atau mengatas namakan cinta. Pernikahan yang berlandaskan cinta pada Allah, bukan hanya cinta pada pasangan, adalah sebaik-baiknya pernikahan.
    3. Tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak, di sini saya agak merasakan itu ^^, ini terjadi antara ibunya Rosid dengan Rosid.
    4. Nasehat bapaknya Mahdi (sekarang saya inget nama ketua kelompok lintas agama itu, aha). Bahwa, Kita ini belum ada seujung kuku menjalankan perintah agama kita dengan benar. Jadi bila kita belum paham bener agama kita, jangan dulu sok tahu, sok pintar dan jangan membuat kesimpulan sendiri mengenai agama kita.

    Untuk keseluruhan, film ini sangat lebih mendingan dibandingkan film horror ecek-ecek yang tetap menjamur. Tetapi untuk konten yang lebih detail memang harus medapatkan perhatian dan kajian yang mendalam. Juga harus melalui pertimbangan yang masak. Bahkan bila perlu, diskusikan terlebih dahulu konten tersebut dengan orang yang memang memiliki ilmu agama.

    Terkadang dibalik cerita secara keseluruhan, film religi memuat hal-hal yang sensitive dalam beberapa bagian dari ceritanya. Dan hal ini juga sedikit banyak menarik perhatian penonton dan membuat persepsi baru dengan bagian cerita itu.

    Sekian dari saya, tulisan di atas hanya saran dan pendapat dari seorang penonton. Kurang lebihnya mohon maaf, bila ada kritik, saran ataupun kurang setuju dengan pendapat saya di atas, bisa langsung komen.. Oke.. Cao!


    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me

    hestylukita
    Dreamer

    A Daughter, A Sister, A Dreamer. Penyuka Fotografi, Penyuka Hijau. Kadang pendiam, kadang serius, kadang 'menggila'. Read More

    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    Facebook Page

    Labels

    My Stories artikel dieng food food series jogja kaliwiro kampung korean food kuliner kuliner jogja photography photos review traveling wonosobo

    Blog Archive

    • ▼  2021 (1)
      • ▼  February 2021 (1)
        • 7 Café di Jogja - Ivy Coffee
    • ►  2020 (1)
      • ►  October 2020 (1)
    • ►  2019 (3)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  August 2019 (1)
    • ►  2018 (1)
      • ►  July 2018 (1)
    • ►  2017 (1)
      • ►  November 2017 (1)
    • ►  2015 (3)
      • ►  October 2015 (1)
      • ►  May 2015 (2)
    • ►  2013 (18)
      • ►  December 2013 (1)
      • ►  November 2013 (3)
      • ►  October 2013 (1)
      • ►  September 2013 (3)
      • ►  July 2013 (1)
      • ►  May 2013 (1)
      • ►  March 2013 (2)
      • ►  February 2013 (1)
      • ►  January 2013 (5)
    • ►  2012 (13)
      • ►  December 2012 (1)
      • ►  October 2012 (2)
      • ►  August 2012 (2)
      • ►  July 2012 (2)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ►  April 2012 (1)
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (1)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (27)
      • ►  December 2011 (1)
      • ►  November 2011 (1)
      • ►  October 2011 (1)
      • ►  September 2011 (1)
      • ►  July 2011 (3)
      • ►  June 2011 (4)
      • ►  May 2011 (3)
      • ►  April 2011 (4)
      • ►  March 2011 (2)
      • ►  February 2011 (7)

    Recent Posts

    Popular Posts

    • [Melancong] Waroeng Joglo – Wonosobo : Bangunan Jawa, Suasana Eropa
    • Ulasan 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta (atau kritik?)
    • [Jepretan] Akhirnya.... DIENG !!! negeri di atas awan
    • MAHAKARYA SENI DAN TEKNOLOGI UNTUK MARITIM NUSANTARA

    Contact Us

    Name

    Email *

    Message *

    Followers




    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top