This is my very first post in May. Just wanted to share some random pictures in my album. Those are old photos, I took them a year ago but I'm really excited to show them here. Picture above is a chili pepper tree in the back of my grandfather's house. Some of them are purple. Cute huh ? I don’t know how they got the color from, haha #silly.
I usually visit my grandfather’s house when I go home to my hometown. It’s really peaceful when I’m home. I can breathe the fresh air and forget my chaotic life in the city for a moment. Definitely refreshing :D
Lots of things happened lately on rainy day. I can’t explain one by one here, but it’s quite enough to make me sit and think. I have to be mature. Leaving home behind, though not forever. I know that a lot of problems are going to facing me later.
But I knew I’d rather stay strong and patient. Because I have a great happy family and tons of loyal friends…
I believe that they give me strength so I can be strong to survive until now.
Still there are tremendous forces that can keep me strong after I stumble and falll, which is where I sigh about everything that happened which turns into tears. Yes, Allah is The Most merciful of all...
Wonosobo-Yogyakarta, January 3th
2012
Jujur, saya tidak pernah melihat pantai sebiru saat itu,...
Kalau hati sedang gundah gulana,
pikiran suntuk dan galau (#eaaa), ada 3 pilihan tempat untuk sendirian atau ngajak temen buat refreshing. Mau ke gunung, tengah kota atau ke pantai???
Waktu pertama kali sampai di sana, saya terhenyak sesaat...
Yeah, sindrom anak gunung yang liat pantai... rasanya seneeeeng banget. Padahal sudah ke pantai puluhan kali, sindrom itu masih saja ada #sigh
Mungkin dari kecil sudah terbiasa dengan udara dingin dan pegunungan, jadi kalau mencium bau pantai serasa menemukan dunia lain...
Ngomong-ngomong tentang jalan-jalan, ada semacam kebiasaan atau fenomena para mahasiswa di Jogja. Ini menurut pengamatan pribadi sih...
#Ke Gunung
Naik ke Merapi menjadi salah satu pilihan, tapi waktu tidak ada erupsi #yaiyalah... Merasakan sejuknya udara di sana dan pemandangan yang ciamik bisa menenangkan pikiran. Boleh mampir ke shelter2 untuk melihat atau kalau bisa bantu2 di Sekolah-nya.
Kita akan lebih merasa bersyukur masih bisa bernafas, diberi rizki dan fasilitas yang cukup. Teman-teman korban merapi di sana banyak yang kehilangan rumah, sanak saudara, sekolah dan banyak yang sudah terenggut dari mereka. Kita harus lebih bersyukur kepada-Nya. Pikiranmu dijamin lebih refresh dan yang jelas akan lebih meaningful....
#Ke Tengah Kota
Jangan tanya lagi, jawabannya jelas Malioboro. Banyak orang bilang jangan bilang pernah ke Jogja kalau belum ke sini. Yup, hampir semua wisatawan baik lokal maupun internasional menjadikan tempat ini sebagai tujuan wisata mereka. Tidak hanya wisatawan, penduduk Jogja juga masih sering ke sini untuk sekedar jalan-jalan atau memang ingin berbelanja. Kebanyakan pengunjung memang mahasiswa yang ingin refreshing, makan atau belanja. Memang ini salah satu alternatif buat ngilangin stres 
Tapi hati-hati guys, banyak hal-hal melenakan contohnya berbelanja. Niatnya ingin ngilangin stres, eh malah nambah stres gara-gara duit abis buat belanja... 
Gak pengen kayak gitu kan? Lebih baik jalan-jalan sambil jeprat-jepret hal-hal yang menarik di sana, human interest bisa jadi tema-mu kali ini :) Jadi sekalian belajar sosial budaya kan??
#Ke Pantai
Pantai jelas menjadi tempat yang paling banyak dicari kalau pengen ngilangin stres. Karena apa? Karena banyak orang yang sudah merasakan. Kalau kamu melihat pantai, seakan bebanmu hilang. Karena melihat laut itu melihat ruang tanpa batas...
Kalau kamu ingin have fun, laut bisa membuatmu bermain air dan berkejar-kejaran bersama keluarga atau teman-temanmu.
Kalau kamu ingin pemandangannya, laut bisa membuatmu mengeluarkan kamera dan membidik segala penjurunya.
Kalau kamu ingin melepaskan beban, laut bisa membuatmu berteriak, melepas bebanmu...
Kalau kamu ingin me-refresh pikiranmu, laut bisa membuatmu merasakan hembusan angin agar bebanmu ikut pergi jauh bersamanya.
Kalau kamu ingin merenung, Laut bisa membatmu memejamkan mata dan mendengarkan desiran ombak yang membuatmu merenung lebih dalam...
:)
Oh,my God... saya juga tidak percaya bisa membuat kalimat2 semanis itu, haha 
Banyak pilihan pantai di Jogja. Buat yang punya banyak waktu luang, kamu bisa ke pantai di daerah Gunung Kidul yang indah. Buat yang gak punya banyak waktu, Pantai Parangtritis dan Depok bisa menjadi pilihanmu. Cuma sekitar 30 atau 45 menit dari kota.
Kalau lebih pengen main, saya saranin ke Parangtritis. Tapi kalau mau makan-makan sekaligus wisata kuliner, ke Pantai Depok cocok tuh :)
Nah, waktu ada event air show kemarin, saya bersama dengan seorang teman menyempatkan pergi ke parangtritis sana. Sampai di sana sekitar pukul 11 siang dan sedang panas2nya.. Wuih, walau berpeluh keringat,.. tapi suasana di sana waktu itu..... SANGAT BIRU....
Foto-foto ini sudah agak lama, sekitar 12 Februari kemarin. Diambil pake pocket camera Fujifilm FinePix JV250. Enjoy!!! :)
Dari hari-hari kemaren sebenernya banyak banget yang pengen saya tulis. Tapi waktu kursor di Word berkedip-kedip minta diketik, pikiran saya buntu. Dan saya mulai galau, ah sudahlah. Tapi sekarang perlahan-lahan saya bisa mulai nulis kembali.. :))
Ngomong-ngomong galau, liburan semester depan saya udah mulai KKN/PPL nih, alias latihan jadi guru, huehue… ketawa ini bukan ketawa bahagia, tapi ketawa semi galau plus deg-degan juga, soalnya kata kakak-kakak tingkat banyak cerita saat KKN/PPL entah itu cerita tragis, sedih, gembira, sampai cerita cinta #eaaa
Mudah-mudahan KKN/PPL saya lancar Ya Allah, Amiin…
Oke, Back to the topic.
Sekitar beberapa bulan yang lalu saya pernah posting tentang restoran yang satu ini. Bagi yang belum baca, mampir dulu dong. Waktu saya posting tulisan itu, saya emang belum ke sana dan pengen banget ke sana. Dan akhirnya beberapa waktu yang lalu FINALLY!!! I got there.

How Come?
Setelah melakukan perhitungan keuangan yang pelik karena kita hanya ¾ jalan dari yang biasanya, maka kita membayar ongkos juga kira-kira ¾ dari harga biasa.
Perhitungan? Ya, memang. Soalnya dompet kami sedang busung lapar, tebel tapi gak ada duitnye, hehe.. Soalnya kebanyakan makan makanan enak di Jogja sebelumnya. Dengan mempertimbangkan baik buruk untung dan ruginya, akhirnya sang abang kenek menyetujui harganya. Sekitar 2-3 jam perjalanan, nyampe deh di Waroeng Joglo.
Bisa dilihat dari foto di atas. Kebanyakan orang datang pake mobil bagus. Kalo diilustrasikan pake komik ( dan sayangnya saya gak bisa gambar) kami itu kayak dua orang pathetic berbaju lusuh menggendong ransel,banyak bawaan dan baru turun dari bus. Lalu angin bertiup *syuuuu
Suasana pertama kali masuk serasa memasuki lorong waktu ke jaman baheula gitu. Hampir semua sudut di Waroeng ini ada ukir-ukiran atau aksen jawanya. Tapi kalo liat ke luar, wuihhh, serasa di pengunungan eropa. Soalnya Waroeng ini tepat di lereng gunung Sindoro (atau Sumbing ya?) #plak. Jadi pelanggan dapat menikmati indahnya pemandangan hijau dan sejuknyanya udara. Bener-bener dah. Mantabs!
Waktunya memesan!
Tadinya saya sama kakak saya ketar-ketir galau gak karuan, karena dengan tingkat kebusung laparan dompet kita, masih aja nekat ke tempat beginian yang kemungkinan harganya bisa bikin pingsan. Tapi ternyata kami salah. Harganya gak mahal-mahal amat. Standar lah untuk seukuran restoran. Akhirnya pikiran kami jatuh pada sop iga, nasi, teh anget, jeruk anget. Udah. Itupun udah mepet sama duit buat ongkos pulang ke rumah. Tapi gak papa, yang penting makan, menikmati pemandangan sama jepret2,.. hehe
Rasanya?
Mantab juga deh… gak percaya? Nih saya kasih bukti orang2 juga puas sama makanannya…
Sumber : my sista's colection
So, I recommend this place…
Cocok buat kamu-kamu yang lagi galau pengen ketenangan dan makan makanan yang enak, makan bareng keluarga sambil menikmati alam ciptaan Illahi yang luar biasa indah.
Sekian cerita melancong saya… Anyong!
Udah lama gak mencet link ’NEW POST’ di dashboard. Setelah berkutat dengan UAS yang gak bosen2 nguras tenaga dan pikiran waktu akhir semester, akhirnya saya mencet link itu juga…
Well, mungkin cerita saya kali ini agak membosankan. Tapi cobalah untuk membacanya. Bila tidak kuat, lambaikan tangan ke arah kamera.
Ini cerita tentang penemuan ‘sesuatu’ dalam hidup saya. Istilahnya… ‘apa yang membuat kamu semangat menjalaninya dan berharap menjadi lebih baik di bidang itu’. Masih bingung? Istilahnya postingan ini tentang menemukan ‘my passion’ gitu deh. You got it? Ok, here we go…
Waktu semangat mahasiswa baru masih membara, saya mengikuti banyak seminar, seperti mahasiswa baru lainnya. Seminar apapun kayaknya penting banget buat ikut. Jadi ngerasa bener-bener mahasiswa gitu waktu ikut seminar-seminar.
Seminar, seperti biasa ada mc, moderator, dan pembicara. Kurang lebih seperti itu. Sudah berbagai macam dan aliran seminar saya ikuti, seminar motivasi, interpreneur, kepemimpinan, sampai MLM (lho)..
Tenang bro, jangan khawatir… saya bersih kok, dan ini bukan postingan buat merekrut anggota baru… haha… #apaapaanini 
Singkat cerita, saya ini ibarat udah kenyang sama seminar. Dan sebagian besar seminar yang saya ikuti, terutama seminar motivasi, pasti ada bagian ditanyain sama pembicara : “kalian ingin jadi apa nanti?” atau “apa target kalian?”. DUAR! Ini sangat menohok saya sebagai orang yang klontang-klanntung di kota yang asing ini #tseh…
Pernah beberapa kali peserta disuruh nulis apa profesi yang dicita-citakan secara spesifik dan target-target secara spesifik pula. Semua peserta udah megang kertas hvs A4 dan mulai menulis dengan lancar.
Saya celingukan, tengak kanan kiri depan belakang. Semuanya nulis, gak ada yang nungging atau mangap gak jelas.
Kecuali saya.
Tenang, tapi saya gak nungging kok. Sumpah! 
Yah, beginilah saya. Saya jalani hari-hari dari bangku sekolah dasar sampe kuliah dengan flat-flat aja. Ya, saya menikmati masa-masa itu. Tapi tidak ada yang membuat saya benar-benar ‘UGH’ gitu… #susahngungkapinnya 
Saya bersyukur. Malah SANGAT bersyukur dengan kehidupan yang saya miliki. Keluarga yang luar biasa super, temen2 yang baik, rizki yang cukup. Alhamdulillah. Dan baiklah, saya gak goblok2 amat. Ini gak sombong ya… waktu eSDe, rangking saya emang di bawah terus tapi waktu mulai SMP gak tau kenapa jadi bagus terus.. paling gak lima besar. Begitu sampai sma, dan bangku kuliah. Tapi tetap ada yang kurang. Saya gak punya tujuan mau apa nanti saya jadinya, dan apa yang saya sukai? Kelihatannya ngenes banget gue yak?
Jadi, ketika semua peserta udah dengan lancarnya nulis keinginan mereka, saya bingung gak karuan. Mau jadi apa saya nanti????? Saya lirik punya peserta sebelah saya. Wuih, dahsyat bener… dia nulis cita-citanya dengan spesifik. Dia mau jadi INI, SEKIAN taun lagi. Terus mendirikan ITU BERAPA tahun lagi. Pokoknya sudah terencana dengan rapi. Apa kabar kertas saya? Masih kosong. Saya sih santai aja, tetep dalam posisi tadi. Pandangan saya tanpa ekspresi dan pikiran saya mulai ‘loading’. Saya mau jadi apa sih?
….
….
….
“yak, 5 menit lagi. Bagi yang sudah, sekarang tukarkan kertas Anda dengan sebelah kalian.” Si pembicara membuyarkan loading ku yang sinyalnya masih roaming. 
Saya mulai agak gugup nih. Dan walhasil, saya nulis sekenanya. Dan menulis jawaban klasik orang yang gak punya cita-cita jelas dan dipaksa nulis cita-citanya. Bukan kok, saya gak nulis ‘ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa’… saya usah gede kali…. Hahahaha
…
…
Oke, agak nyrempet2 ke situ sih, tapi gak persis kok. Bener!
Sebenernya saya lupa nulis apa #ngeles. Tapi yang jelas saya nulis dengan kaku bahwa saya ingin jadi seseorang yang ahli di bidang atau jurusan yang saya tekuni saat kuliah saat itu. Apa itu? Cari tau sendiri, hehe… Dengan gak yakin, saya menyerahkan kertas itu pada sebelah saya. Kemudian semua peserta disuruh menandatangani dan memberi pesan semangat di bawah tulisan temannya, kemudian mengembalikan kepada pemiliknya. Dan setelah seminar itu, saya jadi mikir. Yang ini bener2 mikir.
Saya sebenarnya maunya apa sih???
Dan pertanyaan itu akhirnya terlupakan selama kurang lebih 2 tahun. Tergantikan dengan rutinitas kampus yang dalam benak saya biasa aja. Waktu dapet nilai bagus, ya Alhamdulillah. Tapi tidak ada yang membuat saya bener-bener bersemangat.
Sampailah pada suatu hari, ada seseorang yang mengirimi saya sebuah undangan. Apa itu? Ternyata sebuah undangan buat ikut kelas fotografi. Sebenernya itu undangan buat mewakili ormawa (Organisasi Mahasiswa). Dan kebetulan saya lagi ada waktu, jadi deh saya berangkat mewakili ormawa saya.
Dan hasilnya apa? Bisa dilihat dari postingan2 sebelumnya. Isinya foto2 yang walau masih jauh dari sempurna, tapi saya senang menjalaninya. It’s like you’re finally found your passion. Bagaimanapun hasilnya, tapi kalau bisa membuatmu selangkah lebih maju kenapa enggak?
Eits, tapi tetep perhatiin norma dan agama ya… jangan asal milih. Kamu menjalani kegiatan yang kamu senangi tapi malah menjerumuskan kamu dalam hal yang ‘tidak2’? No no no… Mending milih yang ‘iya2’ aja deh….
Ada yang masih dalam pencarian ‘your truly passion’? percaya deh pasti suatu saat kau akan menemukannya. Tetap jalani hari dengan semangat. Jangan niru saya. Jadiin pelajaran aja. Jadikan hari-harimu berwarna! Warnai hari-hari dengan kegiatan-kegiatan positif. InsyaAllah juga akan membawa dampak positif juga. Oke?
Ini ceritaku, apa ceritamu?
Next post à kenal lebih jauh dengan TOekangpoto Yogyakarta
Tunggu ya! Sebagai penutup, kurang afdol kalo gak liatin hasil jepretan… Hehe.
Foto ini diambil waktu sesi hunting pertama sama TOekangpoto. cekidot!

